
SEMARAPURA, BALIPOST.com – Petani di Subak Nyanglan, Desa Nyanglan, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, dihadapkan pada ancaman serangan hama tikus yang mulai mengganggu pertanaman padi.
Berdasarkan hasil pengamatan petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), intensitas serangan tercatat mencapai 12 persen.
Serangan tersebut meliputi areal seluas 1 hektare dari total luas tanam 32 hektare. Tanaman yang terdampak didominasi varietas Inpari 32 dengan umur 60–76 hari setelah tanam (hst).
Pada fase ini, tanaman memasuki tahap penting pembentukan dan pengisian bulir sehingga rawan mengalami penurunan hasil jika serangan tidak segera dikendalikan.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Klungkung, Ida Bagus Juanida ketika dikonfirmasi, Jumat (20/2) mengatakan pihaknya telah menginstruksikan langkah cepat untuk menekan perkembangan hama tikus di Subak Nyanglan.
“Kami sudah menerima laporan dari petugas di lapangan. Pengendalian harus segera dilakukan agar serangan tidak meluas,” ujarnya.
Menurut Juanida, petugas POPT Kecamatan Banjarangkan merekomendasikan pengendalian difokuskan pada lubang aktif tikus dengan penggunaan racun antikoagulan seperti Petrokum atau Klerat, serta racun pernapasan seperti Brankus 57 PS atau Tiran 58 PS. Penggunaan rodentisida dilakukan secara terkoordinasi agar hasilnya lebih efektif.
Sebagai bentuk dukungan, lanjut Ida Bagus Juanida, Dinas Pertanian Kabupaten Klungkung juga menyalurkan bantuan racun tikus jenis Klerat untuk pengendalian di lahan seluas 5 hektar. Iapun berharap melalui sinergi antara petani, petugas lapangan, dan pemerintah daerah, serangan hama tikus dapat ditekan sehingga produksi padi tetap terjaga. (Sri Wiadnyana/denpost)










