Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati saat ikut memantau pelepasan seng, Selasa (6/1).(BP/istimewa)

TABANAN, BALIPOST.com – Upaya menjaga ketertiban dan kelestarian kawasan Warisan Budaya Dunia (WBD) Jatiluwih terus dilakukan lintas pihak. Selasa (6/1), jajaran Polres Tabanan turun langsung memantau pelepasan seng lanjutan yang sebelumnya terpasang di area persawahan Subak Jatiluwih, Kecamatan Penebel.

Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati menegaskan, kehadiran kepolisian bertujuan memastikan proses penataan berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Pemantauan ini sekaligus menjadi bagian dari tindak lanjut hasil pertemuan antara pemerintah daerah dan masyarakat yang difasilitasi Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya sehari sebelumnya.

Baca juga:  Puluhan Motor Sewaan Digadai, 2 IRT Ditangkap

Sebelum pelepasan seng dilakukan, Kapolres bersama jajaran mengikuti pertemuan dengan 13 pemilik akomodasi yang dinilai melanggar jalur hijau, unsur pemerintah desa, serta tokoh adat setempat. Pertemuan berlangsung di Gong Jatiluwih Restauran dan menjadi ruang dialog untuk meredam berbagai dinamika yang sempat berkembang di tengah masyarakat.

Kapolres Bayu Pati menyampaikan, persoalan keberadaan 13 akomodasi tersebut telah dibahas bersama Bupati dan Sekda Tabanan. Pemerintah daerah berkomitmen mencarikan solusi terbaik agar permasalahan tidak berlarut-larut dan tidak berdampak pada stabilitas keamanan maupun citra pariwisata Jatiluwih.

Baca juga:  Gerak Jalan 45 Kilometer Desa Sambirenteng-GOR Bhuana Patra Digelar 9 Agustus, Truk Diimbau Cari Jalur Alternatif

“Polisi hadir untuk menjaga situasi tetap aman dan damai. Pemerintah pasti mengupayakan solusi terbaik,” tegasnya.

Dalam forum itu, Bendesa Adat Jatiluwih I Wayan Yasa juga menyampaikan aspirasi masyarakat terkait laporan pembakaran sekam padi yang sempat menimbulkan keresahan. Pihak Polres Tabanan memastikan akan memfasilitasi mediasi antara pihak-pihak terkait serta mengimbau agar unggahan di media sosial yang berpotensi memperkeruh suasana segera dihapus.

Senada, Perbekel Jatiluwih I Nengah Kartika mengingatkan warga agar bijak bermedia sosial dan mengedepankan musyawarah desa dalam menyelesaikan persoalan, sehingga harmoni sosial dan aktivitas pariwisata tetap terjaga.

Baca juga:  Pansus TRAP Panggil 13 Pemilik Akomodasi Pariwisata Jatiluwih

Usai pertemuan, petani kembali melanjutkan pelepasan seng dan plastik hitam di kawasan persawahan. Proses penurunan berjalan lancar tanpa gangguan, dengan pengawalan aparat kepolisian dan dukungan penuh masyarakat setempat.(Puspawati/balipost)

 

BAGIKAN