Preman
Polda Bali menggelar operasi besar-besaran preman dan miras.(BP/ist)

DENPASAR, BALIPOST.com – Aksi brutal dilakukan anggota salah satu ormas besar di Bali, I Komang Juli Kamawijaya di Jalan Narakusuma, depan kios pedagang tuak, Denpasar, Jumat (22/9) lalu. Korbannya anggota Intelkam Polda Bali Bripda Komang Trio Satriawan (23).

Akibat kejadian itu korban mengalami luka tusuk di tangan kiri. Terkait kejadian itu, Polda Bali langsung menggelar operasi preman dan miras besar-besaran, Sabtu (23/9) lalu.

Tujuannya meminimalisir tindak pidana dipicu minuman keras. Operasi tersebut dipimpin Kasubdit III Reskrimum Polda Bali AKBP I Made Sinar Subawa dan Wadir Kriminal Khusus Polda Bali AKBP Ruddy Setiawan.

Menurut AKBP Sinar Subawa, Minggu (24/9), operasi tersebut melibatkan tim gabungan terdiri dari personil Direktorat Reskrimum, tim Sabata Dit. Sabhara, Satgas CTOC dan Bidang Propam. Polisi menyasar tempat penjual miras dan tempat yang dijadikan untuk berkumpul para preman berpesta miras.

Sesuai laporan dari masyarakat bahwa kegiatan ini merupakan pemicu terjadinya tindak pidana. Razia ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya tindak kekerasan dan premanisme yang selama ini sangat meresahkan masyarakat Bali. “Bapak Kapolda Bali sangat geram dengan pelaku penusukan anggota Intelkam itu. Kasus  ini terjadi diakibatkan usai mengonsumsi miras,” tegas Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Hengky Widjaja, Minggu (24/9).

Baca juga:  Ngamuk di Warung Minum, Dua Korban Luka Berat

Pelaku bersama teman – temannya mengonsumsi miras dengan alasan tertentu. Bukannya langsung istirahat, mereka malah melakukan  hal-hal yang membahayakan masyarakat, sok jagoan dan sengaja membuat onar. “Oleh karena itu Bapak Kapolda memerintahkan tindak tegas, tangkap penjual miras dan preman. Jika terbukti penjual miras atau tempat yang digunakan untuk berpesta miras dibekingi salah satu ormas atau preman, segera tangkap, jangan buat resah masyarakat Bali,”  ujarnya.

Dalam razia itu, petugas  mengamankan belasan jerigen arak masing-masing berisi 30 liter, 24 botol air minuman mineral, satu galon air mineral isi arak dan dua tombak berukuran panjang kurang lebih 2 meter. “Kegiatan ini akan terus kami lakukan supaya warga tidak lagi resah akibat  adanya miras dan ulah preman. Kami antisipasi tidak ada lagi kejadian pembacokan seperti yang menimpa salah satu anggota Polda Bali dua hari yang lalu,” ujar Sinar Subawa.(kerta negara/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.