
SINGARAJA, BALIPOST.com – Infrastruktur jalan, peningkatan sarana pendidikan, hingga bantuan sosial (bansos) bagi kelompok masyarakat menjadi aspirasi yang paling banyak disampaikan warga kepada anggota DPRD Kabupaten Buleleng selama masa Reses III Tahun Sidang 2025/2026. Berbagai usulan tersebut dipastikan akan diperjuangkan melalui mekanisme pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD agar dapat direalisasikan oleh Pemerintah Kabupaten Buleleng.
Anggota DPRD Buleleng Daerah Pemilihan (Dapil) VII Busungbiu, Nyoman Sukarmen, dikonfirmasi Jumat (17/7), mengatakan, selama masa reses dirinya menyerap aspirasi masyarakat di empat desa yakni Desa Busungbiu, Subuk, Titab, dan Telaga. Dari hasil dialog dengan warga, perbaikan infrastruktur jalan masih menjadi kebutuhan yang paling mendesak karena menyangkut keselamatan masyarakat sekaligus menunjang aktivitas ekonomi dan pendidikan.
“Perbaikan jalan ini sangat mendesak karena menyangkut keselamatan masyarakat. Ada sejumlah ruas jalan yang kondisinya rusak dan menjadi akses utama pelajar, pekerja hingga masyarakat yang beraktivitas setiap hari,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (15/7).
Selain pembangunan jalan, warga juga mengusulkan bantuan hibah bagi kelompok masyarakat, terutama kelompok tani berupa alat dan mesin pertanian (alsintan). Di sektor pendidikan, masyarakat meminta revitalisasi sejumlah sekolah yang dinilai sudah membutuhkan perbaikan.
“Yang diharapkan masyarakat sekarang adalah bukti nyata. Ketika jalan diperbaiki atau usulan mereka direalisasikan, itu menjadi bukti bahwa aspirasi yang mereka sampaikan saat reses benar-benar kami perjuangkan. Kepercayaan masyarakat harus dijaga dengan kerja nyata,” tandasnya.
Dikonfirmasi terpisah, anggota DPRD Buleleng dari Fraksi Partai Demokrat, Ketut Janayasa juga menyerap berbagai aspirasi masyarakat di sejumlah desa di Kecamatan Buleleng. Infrastruktur jalan, fasilitas pendidikan, bantuan sosial, hingga pemberdayaan kelompok masyarakat menjadi usulan yang paling banyak disampaikan warga.
Reses diawali di Kelurahan Banyuning dan dilanjutkan ke Desa Tukadmungga, Alasangker, Poh Bergong, Nagasepaha, serta Sari Mekar. Berbagai aspirasi disampaikan warga, mulai dari bantuan ternak, perlengkapan kelompok suka duka, perbaikan sanggah jajaran, perangkat gamelan baleganjur, hingga pembangunan gedung simpan dan pemasangan lampu penerangan jalan.
Selain itu, masyarakat mengusulkan pengaspalan jalan penghubung Dusun Tenaon menuju Desa Silangjana yang kondisinya rusak dan dinilai membahayakan pengguna jalan. Warga juga meminta rehabilitasi fasilitas SD Negeri di Desa Nagasepaha serta perbaikan jembatan yang mulai mengalami kerusakan.
Janayasa menegaskan, seluruh aspirasi yang dihimpun selama reses akan diperjuangkan melalui mekanisme pokok-pokok pikiran DPRD dan dikoordinasikan dengan Pemerintah Kabupaten Buleleng sesuai skala prioritas pembangunan.
“Seluruh aspirasi masyarakat akan kami bawa melalui mekanisme pokok pikiran DPRD dan dikoordinasikan dengan Pemerintah Kabupaten Buleleng. Apabila belum dapat direalisasikan pada tahun anggaran berjalan karena keterbatasan anggaran maupun kebijakan efisiensi, usulan tersebut akan kembali kami perjuangkan pada tahun berikutnya,” ujarnya. (Yudha/balipost)










