
GIANYAR, BALIPOST.com – Keluhan masyarakat terkait jalan rusak dan berlubang yang belakangan ini kerap viral di media sosial mendapat respons langsung dari Pemerintah Kabupaten Gianyar. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Gianyar memberikan penjelasan komprehensif mengenai faktor-faktor utama yang memicu cepatnya kerusakan infrastruktur jalan di wilayah tersebut.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Gianyar, Gede Made Astawiguna, seizin Kepala Dinas PUPR Kabupaten Gianyar Ir. I Dewa Gede Putra Hartawan, Minggu (5/7) mengungkapkan ada dua faktor non-teknis utama yang paling krusial mempercepat kerusakan jalan, yaitu buruknya drainase dan masalah sampah.
Astawiguna menjelaskan air adalah musuh utama bagi ketahanan aspal. Saat ini, banyak drainase di sepanjang jalur jalan yang kondisinya tersumbat, meluap, atau jalurnya masih menyatu dengan sistem irigasi pertanian. “Air yang menggenang di permukaan jalan merupakan musuh utama aspal. Genangan ini dapat melemahkan ikatan material aspal, sehingga ketika kendaraan lewat, jalan menjadi sangat mudah berlubang dan pecah,” jelasnya.
Faktor krusial berikutnya berkaitan erat dengan perilaku lingkungan masyarakat. Penyumbatan drainase yang memicu luapan air ke jalan sebagian besar disebabkan oleh tumpukan sampah yang dibuang sembarangan ke saluran air. Pihak PUPR mengakui bahwa penanganan (treatment) sampah di hulu yang belum optimal akibat kurangnya kesadaran lingkungan menjadi tantangan berat tersendiri. Sampah-sampah tersebut menyumbat aliran air, sehingga saat hujan lebat, air otomatis meluap dan merendam badan jalan.
Menanggapi kendala tersebut, Dinas PUPR Gianyar bergerak cepat melakukan penanganan di sejumlah titik krusial. Astawiguna mencontohkan kejadian bulan lalu di pertigaan Bukian-Tagtag ke arah Timur. “Untuk tindak lanjut, dari pihak kami telah melakukan normalisasi terhadap sedimentasi yang menyumbat saluran box culvert yang mampet karena sampah yang dibuang ke aliran irigasi,” urainya.
Sementara itu, untuk penanganan di area ruas Payangan-Bukian, tepatnya di sebelah barat Kantor Desa Bukian (arah menuju Pasar Payangan), pihak PUPR telah melakukan langkah berkelanjutan secara bertahap.
Tahun Anggaran (T.A.) 2024: Dilakukan perbaikan saluran drainase jalan di lokasi tersebut.Tahun Anggaran (T.A.) 2025, di area hulu lokasi juga sudah mendapat penanganan melalui paket Pekerjaan Peningkatan Jalan Penginyahan-Bukian berupa perbaikan saluran serta pelebaran badan jalan dan pengaspalan.
Menyikapi fenomena kerusakan jalan ini, Pemerintah Kabupaten Gianyar sebenarnya tidak tinggal diam. Atas instruksi langsung dari Bupati Gianyar, telah dibentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus yang bergerak untuk menangani pemeliharaan bahu jalan dan normalisasi drainase secara berkala.
Namun, Dinas PUPR menegaskan bahwa upaya pemerintah saja tidak akan cukup tanpa adanya dukungan dari warga. Pengelolaan dan menjaga ketahanan infrastruktur jalan yang berkelanjutan memerlukan kerja sama dari seluruh elemen masyarakat.
Astawiguna menambahkan PUPR mengimbau masyarakat untuk lebih peduli lingkungan, terutama dengan tidak membuang sampah ke selokan atau saluran irigasi demi menjaga kualitas jalan demi kenyamanan dan keselamatan bersama. (Wirnaya/balipost)










