Suasana di luar IGD RSUD Buleleng. (BP/yud)

SINGARAJA, BALIPOST.com Kasus meningitis streptococcus suis atau MSS yang marak terjadi di Buleleng belakangan ini menjadi perhatian serius. Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Kesehatan mengeluarkan imbauan.

Para camat, lurah bahkan perbekel se-Kabupaten Buleleng diminta tanggap dan proaktif dalam penyebaran MSS di Buleleng. Pj Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana, Selasa (6/6) mengatakan, ada delapan poin langkah-langkah kewaspadaan yang harus dilakukan oleh masyarakat, agar terhindar dari MSS.

Poin pertama, masyarakat diimbau agar memperhatikan kebersihan diri dan lingkungan sekitarnya yang berkaitan dengan peternakan dan pengolahan daging babi. Poin kedua, masyarakat diimbau mencuci tangan, lengan dan bagian tubuh terbuka lainnya secara menyeluruh setelah kontak dengan babi atau daging babi.

Baca juga:  Ramai Dikunjungi Wisatawan, Monumen Jagaraga Jadi Lokasi "Selfie" dan Pusat Edukasi Sejarah

Poin ketiga, menutup luka terbuka dengan penutup luka antiair pada saat kontak dengan babi atau daging babi. Poin keempat, menggunakan sarung tangan yang sesuai.

Poin kelima, menjauhkan daging babi mentah dari makanan lainnya. Poin keenam, memasak daging babi sampai minimal suhu internal 70 derajat celcius atau sampai air kaldu jernih.

Poin ketujuh, segera berobat ke puskesmas atau fasilitas kesehatan lain apabila terdapat gejala demam, setelah terpapar babi produk olahan babi. Serta poin kedelapan, tidak mengkonsumsi daging babi yang berasal dari babi yang kondisinya sakit atau mati mendadak.

Baca juga:  BBPOM Denpasar Temukan Makanan Dilarang Edar di PKB XLVI

Lihadnyana menjelaskan penanganan akan kasus MSS saat ini harus mendapatkan penanganan yang intensif ssupaya tidak menimbulkan korban yang lebih banyak. Pihaknya juga berencana mengundang sejumlah pedagang makanan olahan daging babi, sekaligus menyosialisasikan langkah-langkah pencegahan kepada masyarakat.

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah Dokter Spesialis Neurologi RSUD Buleleng, Luh Putu Lina Kamelia menjelaskan, hingga saat ini pasien yang masih dirawat di RSUD Buleleng tersisa 9 orang dari sebelumnya 12 orang. “Tiga pasien lainnya sudah pulang beberapa hari lalu. Bahkan dari 3 pasien itu, sudah sempat ada yang melakukan kontrol kembali ke RSUD. Kondisinya sudah mulai membaik, termasuk yang positif kemarin sudah pulang,” ucap Lina. (Nyoman Yudha/balipost)

Baca juga:  Ini, Pemegang Posisi Pertama Sumbang Kasus COVID-19 Harian di Bali
BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *