Para pemuda sedang mempersiapkan sembako untuk dibagikan pada lansia dan warga yang sakit. (BP/Istimewa)

NEGARA, BALIPOST.com – Dua kali sudah, perayaan Nyepi dilalui di tengah pandemi COVID-19. Tanpa ogoh-ogoh dan keramaian Pengrupukan.

Bagi sebagian besar teruna teruni, tanpa adanya ogoh-ogoh, suasana perayaan Nyepi terasa sangat berbeda. Meskipun sejatinya makna Nyepi, yakni pelaksanaan Catur Brata Penyepian tetap dilakukan dengan khidmat.

Para teruna teruni pun mencari kegiatan berbeda memperingati Nyepi. Salah satunya yang dilakukan teruna teruni Banjar Anyar, Desa Batuagung, Jembrana dengan cara berbagi untuk sesama.

Baca juga:  Jelang Nyepi, Digelar “Tawur Labuh Gentuh” di Pura Besakih

Saat Pengrupukan, sejumlah muda mudi yang sebelumnya disibukkan dengan Ogoh-ogoh, menyalurkan sembako bagi lansia dan warga yang sakit. “Sebenarnya ini rutin dilakukan teruna teruni menjelang Nyepi. Menumbuhkan sikap dan sifat peduli dengan sesama. Di saat Nyepi tanpa Ogoh-ogoh kali ini kegiatan ini semakin bermakna. Kami tetap bisa berkumpul dan melakukan kegiatan sosial bersama,” kata Ida Bagus Kedi, Ketua Sekaha Teruna Teruni (STT) Yowana Widya Dharma, Sabtu (13/3) sore.

Baca juga:  ST Dharma Pertiwi Pecatu, Juara Lomba Ogoh-ogoh di Badung

Tanpa mengurangi makna Nyepi, para muda mudi ditanamkan budaya peduli sesama dan peduli lingkungan. Meskipun hanya bantuan berupa beras bagi warga yang sakit dan jompo, diharapkan dapat meringankan beban di masa pandemi ini.

Sejumlah STT lainnya di Jembrana, juga menggelar aksi peduli serupa. Tanpa Ogoh-ogoh para muda mudi ini tetap berupaya membangun kebersamaan dengan kegiatan lain yang bermanfaat bagi sesama. (Surya Dharma/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.