I Nyoman Kenak. (BP/Dokumen)

DENPASAR, BALIPOST.com – Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali menggelar Pasamuhan Madya untuk memutuskan pelaksanaan Tawur Kasanga dan Nyepi pada Jumat (9/1).

Dalam pasamuhan itu diputuskan pelaksanaan Tawur Kasanga digelar pada Tilem Kasanga. Sedangkan, Tapa Brata Penyepian tetap sehari setelahnya. Keputusan tersebut diambil dalam Pesamuhan Madya yang digelar, di Kantor PHDI Provinsi Bali, Jumat (9/1) sore.

“Dengan keputusan ini, rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi dipastikan tetap berjalan sebagaimana mestinya. Sehari setelah Tilem Kasanga, umat Hindu akan melaksanakan Catur Brata Penyepian pada pananggal apisan sasih Kadasa,” tegas Ketua PHDI Bali, I Nyoman Kenak usai pesamuhan.

Baca juga:  Tiga Bunga Bangkai Muncul di Setra Pendem

Kenak menjelaskan bahwa keputusan tersebut merupakan hasil kajian mendalam yang dilakukan melalui seminar dengan melibatkan sejumlah narasumber kompeten dari berbagai bidang. Seminar tersebut menghadirkan I Made Suatjana selaku ahli wariga, Sugi Lanus sebagai pemerhati lontar, serta Dr. Made Gama Sandi Untara, S.Fil., M.Ag dari kalangan akademisi.

Kenak mengungkapkan, berdasarkan kajian lontar yang dipaparkan para narasumber, tidak ditemukan keterangan yang menyebutkan pelaksanaan Tawur Kasanga dilakukan pada perwani atau panglong 14. Sebaliknya, lontar-lontar tersebut secara tegas menyebutkan bahwa tawur dilaksanakan saat Tilem.

Baca juga:  Pemadaman Kebakaran 2 TPA Masih Berlangsung

“Dalam lontar tidak ada disebutkan tawur digelar pada prewani Tilem, melainkan saat Tilem. Bahkan dalam versi lengkap Lontar Sundarigama yang dipaparkan, secara jelas disebutkan Tawur Kasanga dilaksanakan saat Tilem Kasanga,” ujar Kenak.

Ia menambahkan, pandangan yang menyebutkan pelaksanaan tawur pada panglong 14 telah terbantahkan melalui kajian tersebut. Menurutnya, lebih dari 15 lontar menguatkan bahwa Tawur Kasanga memang dilaksanakan pada saat Tilem.

“Dari enam narasumber serta berbagai masukan tokoh, pada intinya satu suara. Dengan adanya wacana yang sempat berkembang, kita tidak boleh saling menyalahkan,” tegasnya.

Baca juga:  Soal Mahasabha Luar Biasa, FAHD Dukung Sikap PHDI Pusat

Sebagai tindak lanjut dari keputusan Pesamuhan Madya, PHDI Bali akan menerbitkan surat edaran sebagai pedoman bagi umat Hindu dalam melaksanakan Tawur Kasanga dan Hari Raya Nyepi. Keputusan ini juga akan disampaikan kepada PHDI Pusat untuk selanjutnya dikuatkan secara nasional.

Kenak menegaskan, dengan ditetapkannya keputusan ini, persoalan waktu pelaksanaan Tawur Kasanga telah menjadi jelas dan tidak perlu lagi diperdebatkan di tengah umat. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN