Pengunjung melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (24/4/2026). (BP/Antara)

JAKARTA, BALIPOST.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore (23/7) ditutup melemah. Turunnya IHSG ini dipicu oleh sikap hati-hati pelaku pasar/investor atas kenaikan harga minyak mentah global imbas eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

IHSG ditutup melemah 19,17 poin atau 0,30 persen ke posisi 6.315,31. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 5,43 poin atau 0,86 persen ke posisi 627,12.

“Berlanjutnya kenaikan harga minyak mentah pada level tertinggi selama enam pekan terakhir, membuat para pelaku pasar cenderung mulai berhati-hati dan melakukan trading jangka pendek,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dilansir dari Kantor Berita Antara.

Pada perdagangan hari ini, IHSG bergerak volatil dan sempat mencapai level tertinggi atau mengalami rebound yang ditopang oleh saham-saham komoditas utamanya energi dan emas seiring kenaikan harga minyak mentah dan emas di tingkat global.

Baca juga:  Gunakan Sistem Online, ASDP Sudah Jual 3.000 Tiket Penyeberangan

Pada sesi II. kenaikan harga minyak membuat investor bersikap hati-hati, yang mana harga minyak jenis WTI dan jenis Brent masing-masing di atas level 89 dolar AS per barel dan 97 dolar AS per barel, akibat eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran.

Untuk perdagangan besok Jumat (24/7), Ratna memproyeksikan IHSG akan bergerak konsolidasi dengan kecenderungan melemah seiring potensi aksi profit taking (ambil untung) investor menjelang periode akhir pekan.

“Diperkirakan jika IHSG breakdown dari level MA5 di sekitar 6,279, maka berpotensi uji level support berikutnya di 6.200- 6.250,” ujar Ratna.

Baca juga:  Tokoh Revolusioner Perkembangan Hindu

Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG bergerak ke zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, enam sektor menguat yaitu dipimpin sektor properti yang naik sebesar 3,20 persen, diikuti oleh sektor energi dan sektor barang konsumen primer yang naik masing-masing sebesar 1,59 persen dan 1,54 persen.

Sedangkan lima sektor melemah yaitu sektor barang konsumen non primer turun paling dalam minus 1,08 persen, diikuti oleh sektor keuangan dan sektor industri yang turun masing-masing sebesar 1,00 persen dan 0,94 persen.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu FUTR, MPRO, ENAK, ZATA, dan ALKA. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni SWID, HOPE, LUCK, WMUU, dan FORU.

Baca juga:  Melonjak, Ekspor Bali ke UEA

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 3.148.000 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 59,77 miliar lembar saham senilai Rp23,88 triliun. Sebanyak 343 saham naik, 309 saham menurun, dan 313 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei menguat 0,39 persen ke 66.374,00, indeks Shanghai menguat 0,25 persen ke 3.876,78, indeks Hang Seng menguat 1,28 persen ke 25.210,81, indeks Kospi menguat 4,40 persen ke 7.096,89, dan indeks Strait Times melemah 0,32 persen ke 5.577,75. (kmb/balipost)

 

BAGIKAN