Karyawan menghitung uang pecahan rupiah di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (27/7/2026). (BP/Antara)

JAKARTA, BALIPOST.com – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa (8/9) bergerak menguat 8 poin atau 0,05 persen menjadi Rp17.632 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.640 per dolar AS.

Analis mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuabi menilai penguatan rupiah dipengaruhi posisi cadangan devisa (cadev) Indonesia yang meningkat.

“Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa (cadev) Indonesia mencapai 146,5 miliar dolar AS pada akhir Agustus 2026, naik dibandingkan posisi pada akhir Juli 2026 yang sebesar 145,3 miliar dolar AS,” ujarnya dikutip dari Kantor Berita Antara.

Baca juga:  Dicopot Pemkab, Begini Tanggapan Dirut Perumda Pasar Arga Nayottama

BI mengungkapkan kenaikan cadev terutama dipengaruhi oleh penerimaan pajak dan jasa serta penarikan pinjaman luar negeri pemerintah, serta kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah yang dilakukan BI sebagai respons terhadap ketidakpastian pasar keuangan global yang masih tinggi.

Posisi cadev pada akhir Agustus 2026 setara dengan pembiayaan 5,4 bulan impor atau 5,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Posisi tersebut juga berada di atas standar kecukupan internasional yang berada di sekitar tiga bulan impor.

Baca juga:  Pasien Ginjal Kronis Terkonfirmasi Positif COVID-19 Dikubur di Setra Bugbugan Gelgel

Kondisi cadangan devisa tersebut dianggap mampu menopang ketahanan sektor eksternal sekaligus menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan Indonesia.

“Ke depan, BI meyakini ketahanan sektor eksternal Indonesia tetap baik. Keyakinan tersebut didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai serta potensi aliran masuk modal asing. BI menyebut persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang tetap menarik menjadi faktor pendukung aliran modal asing ke Indonesia,” ungkap Ibrahim.

Baca juga:  Kurs Rupiah Menguat, Dipicu Turunnya Harga Minyak Dunia

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak menguat di level Rp17.618 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.653 per dolar AS. (kmb/balipost)

BAGIKAN