
DENPASAR, BALIPOST.com – Gangguan kamtibmas menjadi perhatian serius petinggi Polda Bali. Oleh karena itu, akan digelar sejumlah operasi untuk menekan angka kriminalitas menjelang hari raya Nyepi dan Idul Fitri. Selain itu, pengawasan WNA akan dilaksanakan secara instensif.
“Meningkatnya kriminalitas kan banyak faktor, misalnya banyak pendatang yang datang pas liburan. Itu dinamika di lapangan,” ujar Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol. Ariasandy, Jumat (30/1).
Namun, upaya dari Polda Bali dan polres jajaran sudah jelas protapnya, diantaranya melakukan pencegahan dengan meningkatkan patroli di lapangan dan dunia maya. “Yang bisa kami cegah, ya dicegah. Sedangkan yang bisa ditangani, ya kami ditangani sesuai prosedur,” tegas Kombes Ariasandy.
Selain itu, dilakukan penegakan hukum positif maupun melalui restorative justice (RJ) jika sifatnya ringan dan saling memaafkan. “Apalagi sebentar lagi ada Operasi Patuh dan lainnya sampai menjelang Idul Fitri. Kami juga ada kegiatan rutin dan khusus. Rutin itu seperti patroli yang dilakukan polda, polres, dan polsek. Ada juga kegiatan khusus yaitu Operasi Cipta Kondisi sehingga nanti saat mendekati hari raya Idul Fitri dan Nyepi bisa ditekan gangguan kamtibmas,” tandasnya.
Mantan Kabid Humas Polda NTT ini menegaskan, sebenarnya tidak ada kendala dalam menangani gangguan kamtibmas. Namun, polisi butuh partisipasi semua pihak. Kalau semua komponen sama-sama menjaga wilayahnya dan menjadi polisi bagi dirinya sendiri, ia yakin gangguan kamtibmas bisa ditanggulangi.
Sementara, terkait pengawasan penduduk pendatang (duktang), perwira melati tiga ini menjelaskan bahwa hal tersebut bukanlah tugas pokok polisi. Yang berwenang adalah perangkat banjar, desa, kelurahan, maupun kecamatan.
Meski demikian, Polri memiliki Bhabinkamtibmas yang tiap saat bisa melaksanakan kunjungan ke para tokoh masyarakat. Kegiatan itu diharapkan mampu mendeteksi duktang di suatu wilayah. (Kerta Negara/balipost)










