Rakor Polres bersama unsur pemangku kapentingan di Pelabuhan Gilimanuk terkait persiapan operasi ketupat. (BP/Olo)

NEGARA, BALIPOST.com – Antisipasi potensi lonjakan arus mudik Lebaran, Polres Jembrana menggelar Rapat Koordinasi Awal Kesiapan Pengamanan Operasi Ketupat 2026. Rakor yang diikuti dari sejumlah stakeholeder terkait digelar di ruang VVIP ASDP Pelabuhan Gilimanuk, Selasa (13/1).

Kapolres Jembrana AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati yang meminpin rakor menekankan pentingnya persiapan sejak dini mengingat perayaan Idul Fitri 2026 bertepatan dengan Hari Raya Nyepi. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan peningkatan arus kendaraan maupun penumpang di Pelabuhan Gilimanuk.

Ia menyebut, irisan dua hari besar keagamaan itu menjadi tantangan tersendiri dalam pengelolaan lalu lintas dan penyeberangan. Karena itu, sinergi lintas instansi mutlak diperlukan untuk menjamin keamanan, kelancaran arus, serta keselamatan pelayaran selama masa angkutan Lebaran.

Baca juga:  Sudah Jadi 60 Persen, Ogoh-ogoh di Dalung Dirusak dan Dibakar OTK

Kapolres juga mendorong PT ASDP bersama instansi terkait untuk melakukan uji coba pola pengamanan paling lambat tiga pekan sebelum Idul Fitri. Selain itu, ia menekankan perlunya penyiapan buffer zone dan optimalisasi sistem pengeras suara atau public address bagi para pemudik.

Sementara itu, Kabag Ops Polres Jembrana KOMPOL I Wayan Suastika menyoroti kesiapan sarana pendukung. Ia menyebut perlunya penambahan toilet portable, tenda bagi pemudik sepeda motor hingga kawasan Patung Buddha, serta penataan lokasi gerai tiket daring di area terminal kargo.

Baca juga:  Banding JPU Diterima, Hukuman Terdakwa LPD Serangan Dinaikkan

Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk Kompol Arya Agung Arjana Putra memaparkan, penuntasan persoalan jerambah yang sempat ramai di media sosial, sekaligus komitmen bersama untuk mencegah praktik oknum yang mengutamakan kendaraan tertentu masuk ke area pelabuhan.

Dari pihak ASDP, Manager Usaha PT ASDP Gilimanuk Didi Juliansyah menyatakan kesiapan mendukung penuh pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Ia memperkirakan puncak arus mudik terjadi pada 16–18 Maret 2026, dengan tingkat kepadatan mulai meningkat sejak H-7 atau 13 Maret 2026.

Baca juga:  Polres Jembrana Aktifkan Patroli Kendaraan Nyalakan Lampu Rotator

Menurutnya, Pelabuhan Gilimanuk menjadi salah satu titik krusial karena momentum Lebaran berbarengan dengan Nyepi. Pihak ASDP akan menyiapkan sarana pendukung dan memastikan pelayanan tetap berjalan optimal selama periode angkutan Lebaran.

Rapat koordinasi ini menjadi bagian dari langkah awal Polres Jembrana dalam memastikan Operasi Ketupat 2026 khususnya di kawasan strategis Pelabuhan Gilimanuk sebagai pintu utama penyeberangan Jawa–Bali. (Surya Dharma/balipost)

 

BAGIKAN