Suasana di pintu masuk DTW Tanah Lot. (BP/Istimewa)

TABANAN, BALIPOST.com – Sejumlah obyek wisata di Tabanan sudah mulai kembali ‘bernafas’ setelah sekitar empat bulan ditutup lantaran mencegah penyebaran COVID-19. Masyarakat yang mulai jenuh berdiam diri dirumah pun sudah mulai mencari ‘angin segar’ untuk refreshing sejenak.

Terbukti kunjungan wisatawan domestik sudah mulai ramai di sejumlah DTW, seperti di Tanah Lot, desa Beraban, Kecamatan Kediri. Sejak dibuka untuk kunjungan wisatawan domestik di Bali, pada 31 Juli, angka kunjungan di salah satu destinasi ternama di Tabanan ini bahkan tembus di angka 1.524 untuk domestik, dan 19 untuk mancanegara.

Namun kunjungan menurun saat liburan Idul Adha yang hanya di angka 696 orang dan mancanegara sebanyak 50 orang. “Hari ini hingga siang hari, kunjungan sudah di angka 324 orang domestik dan 7 orang mancanegara, jumlah ini diprediksi masih terus bertambah,” terang Manager DTW Tanah Lot I Ketut Toya Adnyana, Minggu (2/8).

Baca juga:  Pengurip Gumi Digelar Setelah Ada "Pawisik" Ida Bhatara

Total kunjungan terhitung tanggal 1 Agustus sampai dengan 2 Agustus hingga siang hari pukul 13.00 wita sudah terdata 1.020 domestik dan 57 mancanegara. Lebih lanjut dikatakan Toya Adnyana, kunjungan wisatawan domestik didominasi plat nomor Bali, namun ada pula plat nomor luar Bali.

Ia mengakui kunjungan memang sudah mulai di angka seribu, sejak weekend pertama pascadibukanya lima DTW di Tabanan untuk kunjungan wisatawan lokal pada 20 Juli 2020.
“Ada pula wisatawan domestik yang berkunjung, diperkirakan sudah tinggal di Bali,” terang Toya Adnyana.

Baca juga:  RSUD Tabanan Gelar Tes Swab Internal, Satu Positif COVID-19

Begitupun terkait dengan protokol kesehatan, DTW Tanah Lot terus memperketat penjagaan. Ini juga untuk mencegah kemungkinan klaster baru.

Sementara itu untuk kunjungan wisatawan domestik di DTW Ulun Danu Beratan belum terlalu banyak. “Kunjungan masih didominasi lokal Bali, kemungkinan bulan depan baru mulai ramai untuk domestiknya,” beber Manager DTW Ulun Danu Beratan I Wayan Mustika.

Untuk menarik kehadian wisatawan, pihaknya memberi diskon harga tiket masuk, asalkan guide membawa tamu di atas 25 orang. Sejak DTW dibuka 20 Juli, jumlah pengunjung rata-rata per hari mencapai 100 sampai 150 orang.

Baca juga:  Festival Sungai Batanghari Pancarkan Pesona Sungai Terpanjang di Sumatera 

Dengan meningkatnya jumlah kunjungan, pihaknya menyiapkan personil termasuk pecalang desa dibantu aparat TNI/Polri untuk melakukan patroli di seluruh kawasan DTW Ulun Danu Beratan. Hal ini dimaksudkan agar seluruh tamu yang berkunjung tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. “Sejauh ini tamu sudah mengikuti protokol kesehatan, semuanya sudah sesuai standar yang ditetapkan,” terang Mustika. (Puspawati/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.