Empat peserta lelang jabatan Sekda Buleleng mengikuti assesment. (BP/Istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Empat orang calon dalam lelang jabatan Sekretaris Derah (Sekda) Buleleng mengikuti tes assesment Senin (2/12). Keempatnya harus menghadapi assessor Dr. Ida Bagus Sedhawa, M.Si yang juga kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Bali dan Dra. Rita Kardinasari, M.Si dari BPSDM Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Peserta lelang masing-masing Gede Suyasa, Ni Made Rousmini, Putu Karuna, dan Gede Sandhiyasa.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Gede Wisnawa, mengatakan, assesment yang dilaksanakan pada tahapan ini merupakan tes potensi dan kompetensi para pelamar. Sementara materi tes untuk aspek potensi diri meliputi, berpikir strategis, kecerdasan emosi, profil personal, dan potensi bidang.

Sedangkan pada aspek kompetensi meliputi, kompetensi manajerial, pemerintahan, sosiokultural, dan kompetensi teknis dan umum. “Untuk nilai tes assesment ini akan diumumkan tanggal 6 Desember. Kemudian setelah assesment ini akan dilanjutkan dengan tahap tes penyusunan makalah, tes wawancara, dan rekam jejak,” katanya.

Salah satu tim assesor, Rita Kardinasari mengatakan, assesment ini menggunakan beberapa metode tes untuk mengukur aspek potensi dan kompetensi dimaksud, yaitu dengan tes tulis, simulasi pengambilan keputusan dan kebijakan, demonstrasi jabatan, dan portofolio. Tahapan ini pada dasarnya  untuk membantu panitia seleksi (pansel) dalam menentukan peserta terbaik dalam seleksi.

Baca juga:  Dibuka, Pendaftaran Lelang Jabatan Kepala DLH Buleleng

Dengan hasil assessment ini, pansel memiliki gambaran yang komprehensif terhadap potensi dan kompetensi masing-masing pelamar. “Peran-peran apa yang harus ditampilkan, pengetahuan apa yang harus dimiliki, serta sikap seperti apa sebagai seorang Sekda yang harus ditampilkan,” jelasnya.

Salah satu peserta Gede Suyasa menyebut, tidak ada persiapan khusus untuk menghadapi tes kali ini. Meski demikian, dia menyatakan siap untuk menghadapi tahapan tes lainnya. “Karena ini bersifat kompetensi base, mungkin mempertajam logika menjadi salah satu syarat bagi setiap peserta untuk menjawab.  Dengan jumlah soal yang sangat banyak, jumlah waktu yang singkat, hurufnya juga lumayan kecil, dan itu memerlukan suatu ketelitian,” sebutnya. (Mudiarta/balipost)

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.