Sembilan titik longsor menerjang Desa Sulangai, Badung, akibat hujan lebat. Banjar Abing sempat terisolir sebelum akses jalan kembali dibuka.(BP/istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Desa Sulangai, Kecamatan Petang, Badung, sejak Minggu (1/11) malam, memicu longsor di sedikitnya sembilan titik. Material tanah dan bebatuan menutup sejumlah akses jalan hingga menyebabkan warga Banjar Abing sempat terisolir.

Perbekel Desa Sulangai, I Nyoman Sunarta, mengatakan hujan dengan intensitas tinggi berlangsung sejak malam dan mengakibatkan sejumlah tebing serta badan jalan ambrol. “Hujannya lebat, semalam banyak longsor di desa kami,” ungkap Sunarta pada Senin (2/11).

Berdasarkan pendataan sementara, terdapat sembilan titik longsor berskala besar. Selain itu, longsor berukuran lebih kecil juga terjadi di sejumlah lokasi, termasuk di sekitar pondok dan kawasan permukiman warga. “Longsor yang besar-besar saja ada sembilan titik. Belum lagi yang kecil-kecil di pondok maupun permukiman warga,” jelasnya.

Baca juga:  Soal Penusukan Tentara hingga Tewas, Danrem Jamin Tak Ada Balas Dendam

Banjar Abing menjadi wilayah dengan dampak paling parah. Material longsor menutup akses jalan dari arah utara maupun selatan sehingga aktivitas dan mobilitas warga sempat terhambat. Kondisi semakin sulit setelah jaringan listrik PLN di kawasan tersebut turut mengalami pemadaman akibat terdampak bencana.

Untuk mempercepat penanganan, perangkat desa bersama masyarakat bergotong royong membersihkan material longsor secara manual. BPBD Badung juga mengerahkan satu unit alat berat untuk membantu membuka kembali akses jalan yang tertutup. Upaya penanganan dilakukan secara bertahap hingga jalur yang sebelumnya terputus mulai bisa dilalui kembali. Meski demikian, sejumlah bagian jalan masih menyisakan lumpur sehingga pengguna jalan tetap perlu berhati-hati.

Baca juga:  Longsor Tutup Akses ke Sungai Gelar Palunganbatu

Sunarta memastikan kondisi desa berangsur normal setelah proses pembersihan. Jaringan listrik yang sebelumnya padam juga telah kembali menyala. “Sekarang sudah normal, listrik PLN juga sudah nyala,” ucapnya.

Meski akses jalan dan pasokan listrik telah pulih, ancaman longsor susulan masih perlu diwaspadai. Kondisi tanah yang masih labil setelah diguyur hujan deras berpotensi memicu pergerakan tanah, terutama di kawasan perbukitan dan tebing. Sunarta pun mengingatkan masyarakat agar tidak lengah menghadapi potensi bencana, mengingat wilayah Desa Sulangai termasuk kawasan rawan longsor dan pohon tumbang.

Baca juga:  Cuaca Ekstrem, Sejumlah Daerah di Bali Dilanda Pohon Tumbang hingga Longsor

“Kami selalu mengimbau warga untuk tetap waspada, karena memang daerah kami masuk zona rawan bencana longsor dan pohon tumbang,” jelas Sunarta seraya mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat hujan deras berlangsung. Masyarakat juga diminta menghindari area tebing dan lokasi yang menunjukkan tanda-tanda pergerakan tanah.(Parwata/balipost)

BAGIKAN