Bangunan glamping Room 6 di Pelaga, Badung, hanyut diterjang longsor. Dua penghuni hilang, tim SAR dan K9 Polda Bali menyisir aliran sungai.(BP/istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Satu bangunan glamping di kawasan Pelaga Eco Park, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Badung, hanyut terbawa derasnya arus sungai setelah longsor menerjang kawasan tersebut, Minggu (1/11) malam.

Kerusakan bangunan Room 6 itu menyebabkan dua penghuninya, masing-masing seorang warga negara Indonesia (WNI) dan warga negara asing (WNA), hilang. Hingga Senin (2/11) siang, tim gabungan masih berupaya menemukan kedua korban dengan menyisir lokasi kejadian hingga sepanjang aliran sungai.

Camat Petang, Anak Agung Ngurah Darma Putra, menjelaskan longsor terjadi sekitar pukul 23.00 Wita saat hujan deras mengguyur wilayah Pelaga. Pengelola penginapan yang berada sekitar 500 meter dari lokasi mendengar teriakan tamu dari Room 2 dan Room 3 yang meminta pertolongan karena terjadi longsor.

Pengelola kemudian turun untuk memeriksa kondisi bangunan. Namun, saat tiba di area bawah penginapan, Room 6 sudah tidak berada di tempat dan diduga hanyut terbawa arus sungai. “Setelah dicek ke area bawah penginapan, Room 6 diketahui sudah tidak berada di tempat dan diduga hanyut terbawa arus sungai,” ujar Darma Putra saat ditemui di lokasi, Senin (2/11).

Baca juga:  DLHK Badung Kerahkan Alat Berat hingga 800 Personel Bersihkan Pantai Kuta

Akibat kejadian tersebut, dua orang yang menempati Room 6 dinyatakan hilang. Salah satunya bernama Bangkit Mubarok, sedangkan korban lainnya merupakan laki-laki warga negara asing yang diperkirakan berusia sekitar 40 tahun dan belum diketahui identitasnya. “Satu korban yang dilaporkan hilang diketahui bernama Bangkit Mubarok dan diperkirakan berusia sekitar 27 tahun. Satu korban lainnya merupakan laki-laki warga negara asing (WNA), diperkirakan berusia sekitar 40 tahun, namun identitasnya belum diketahui,” sebutnya.

Selain kerusakan bangunan Room 6, kejadian tersebut membuat pengelola harus mengevakuasi seluruh tamu untuk menghindari risiko longsor susulan. Dari total 23 tamu yang menginap, sebanyak 21 orang berhasil dievakuasi ke area restoran. Pengelola juga menyiapkan tempat tidur alternatif bagi para tamu.

Baca juga:  Kisah Pilu Balita Padmini, Alami Bocor Jantung dan Ayah ODGJ

Sementara itu, pencarian terhadap dua korban melibatkan Basarnas, BPBD Badung, Brimob, TNI, pemerintah kecamatan, Desa Tangguh Bencana (Destana), serta personel K9 Polda Bali. Tim melakukan penyisiran di sekitar lokasi longsor dan mengikuti aliran sungai hingga kawasan bendungan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, mengatakan pihaknya menerima laporan dari Kadek Suardika pada Senin pukul 06.10 Wita. Menindaklanjuti laporan tersebut, Basarnas mengerahkan sembilan personel rescue dari Jimbaran menuju lokasi kejadian.

“Dari informasi awal, pemilik glamping mencurigai dua pengunjung masih berada di dalam bangunan ketika material longsor dari tebing menimbun tempat menginap tersebut. Kondisi itu kemudian memicu upaya pencarian dan pertolongan,” ujar Sidakarya.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pelaksana BPBD Badung, A.A.N. Agung Damar Negara, mengatakan personel BPBD turut bergabung dalam operasi pencarian. “Korban belum ditemukan, tim kami dari BPBD turun 2 orang dengan Basarnas, Brimob dan Destana masih menyisir sampai ke bendungan,” ujarnya.

Baca juga:  Polisi Amankan Daging Beku Permintaan Warung Makan di Denpasar

Namun, operasi pencarian menghadapi kendala serius. Material longsor menutup akses menuju lokasi, sementara hujan deras, kondisi tanah yang labil, dan potensi peningkatan debit sungai membahayakan petugas. Karena itu, tim harus memperhitungkan keselamatan sebelum memperluas penyisiran. “Kondisi di sekitar lokasi juga masih berbahaya. Hujan deras dan tanah yang labil berpotensi memicu longsor susulan, sementara debit sungai dikhawatirkan kembali meningkat,” sebutnya.

Pihak kecamatan bersama unsur terkait juga membatasi aktivitas masyarakat dan tamu di sekitar lokasi untuk mencegah jatuhnya korban tambahan. Meski penyisiran telah dilakukan sejak pagi hingga siang, keberadaan kedua korban belum diketahui. “Proses pencarian sudah dilakukan dan menyusuri sungai. Tapi, belum ada tanda-tanda hingga siang ini. Kami terus optimalkan pencarian hingga sore ini. Semoga cuacanya bersahabat dan bisa menemukan dua korban yang masih hilang,” pungkasnya. (Parwata/balipost)

 

BAGIKAN