
MANGUPURA, BALIPOST.com – Hujan lebat memicu tanah longsor disertai banjir dan arus deras di kawasan Eco Park Pelaga Glamping Retreat, Banjar Bukit Munduk Tiying, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Minggu (1/11) malam. Bencana yang terjadi sekitar pukul 23.00 WITA tersebut mengakibatkan tiga unit vila tergerus.
Dua orang dilaporkan hanyut, masing-masing seorang warga negara asing (WNA) yang identitasnya masih diverifikasi dan seorang warga negara Indonesia (WNI) bernama Bangkit Mubarok.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali, I Gede Teja, menyebutkan sebanyak 21 penghuni lainnya berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian.
Penanganan awal dilakukan pada Minggu malam dengan melibatkan BPBD, petugas pemadam kebakaran (Damkar), TNI/Polri, Camat Petang, serta unsur terkait lainnya. Koordinasi operasi pencarian dan penyelamatan atau search and rescue (SAR) juga telah dilakukan bersama Basarnas, SAR Polda, Brimob, Palang Merah Indonesia (PMI), dan Sai Rescue.
Operasi pencarian terhadap dua orang yang dilaporkan hanyut sempat dilakukan pada malam kejadian. Namun, upaya tersebut dihentikan sementara pada pukul 02.45 WITA karena kondisi gelap dan risiko yang dapat membahayakan keselamatan petugas.
Teja mengatakan, operasi SAR direncanakan kembali dilanjutkan pada Senin pagi pukul 09.00 WITA. Sementara itu, hujan masih berlangsung di sekitar lokasi bencana sehingga menambah tantangan dalam proses penanganan.
Akses menuju kawasan Eco Park Pelaga Glamping Retreat juga dilaporkan terhambat material longsor di beberapa titik. Kondisi tersebut berpotensi menyulitkan mobilisasi personel maupun peralatan yang dibutuhkan untuk mendukung pencarian dan penyelamatan korban.
Hingga laporan BPBD Bali disampaikan pada Senin pagi, dua orang yang dilaporkan hanyut masih dalam pencarian. Identitas korban WNA juga masih dalam proses verifikasi.
Petugas gabungan terus mengoordinasikan penanganan di lapangan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca, akses menuju lokasi, serta keselamatan personel yang terlibat dalam operasi SAR.
“Peristiwa ini menjadi perhatian mengingat hujan lebat dapat memicu longsor dan arus deras, terutama di kawasan yang memiliki kondisi medan rawan. Penanganan dan pencarian korban menjadi prioritas di tengah kondisi cuaca yang masih belum mendukung,” ujar Teja, Selasa (2/11). (Ketut Winata/balipost)










