Personel Polsek Tegallalang membantu penanganan bencana tanah longsor. (BP/istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Tegallalang sejak Minggu (1/11) malam hingga Senin (2/11) pagi, memicu rentetan bencana alam. Tercatat sejumlah titik mengalami tanah longsor, pohon tumbang, tiang listrik roboh, serta luapan air yang mengganggu akses jalan di empat desa.

​Menindaklanjuti kondisi darurat tersebut, jajaran Polsek Tegallalang langsung turun tangan melaksanakan pembersihan material serta berkoordinasi dengan instansi terkait pada Senin pagi. ​Kapolsek Tegallalang, Iptu Ida Bagus Gde Agung Wiratama menyampaikan bahwa pihaknya terus menyiagakan personel dan berkoordinasi intensif dengan para Bhabinkamtibmas serta tim penanggulangan bencana guna mengantisipasi dampak susulan.

​”Kami terus melakukan pemantauan di lapangan dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mempercepat penanganan titik-titik yang terdampak. Keselamatan warga dan pengguna jalan adalah prioritas utama kami,” ujar Iptu Ida Bagus Wiratama.

Baca juga:  Longsor Tutup Akses Jalan Klungkung-Gianyar

​Berdasarkan hasil pemantauan aparat kepolisian di lapangan, dampak cuaca ekstrem ini tersebar di beberapa desa. Desa Kedisan mengalami tiga kejadian sekaligus yakni tanah longsor di sekitar Balai Petemon Pura Dadia Pasek Aan, tiang listrik roboh di depan Pura Prajapati Banjar Kebon yang sempat menghambat akses lalu lintas, serta pohon bambu tumbang di ruas jalan raya sebelah utara kuburan Banjar Kebon.

Di ​Desa Kenderan dilaporkan terjadi tanah longsor di Jalan Raya Dlod Blungbang. Di Desa Taro, longsor terjadi di jalur penghubung Jalan Raya Sangaji Bonjaka menuju Taro, serta akses Jalan Raya Tagtag menuju Bukian, Payangan. Sementara, di ​Desa Sebatu, dilaporkan terjadi luapan air ke badan jalan, terutama di kawasan Jalan Raya Tegallalang–Penusuan–Gentong dan Jalan Raya Pujung Kelod.

Baca juga:  Hujan Deras, Tiga Kawasan Tergenang di Buleleng

​Penanganan material longsor di Jalan Raya Cebok, Desa Kedisan, telah langsung dikerjakan secara gotong royong oleh personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gianyar bersama jajaran Polsek Tegallalang. Kendati demikian, beberapa titik lainnya masih memerlukan penanganan lanjutan mengingat kondisi cuaca yang belum sepenuhnya stabil.

​Hingga pukul 08.00 WITA, cuaca di wilayah Tegallalang masih terpantau hujan gerimis. Polsek Tegallalang memastikan akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan.

Baca juga:  Saat Puncak Arus Balik, Ratusan Ribu Penumpang Per Hari akan Padati Bandara Soetta

​Pihak kepolisian melalui Polres Gianyar mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di kawasan rawan longsor dan dekat pohon besar, untuk meningkatkan kewaspadaan. Para pengendara juga diminta untuk lebih berhati-hati saat melintasi jalur-jalur terdampak serta menghindari lokasi yang dinilai berpotensi membahayakan hingga situasi dinyatakan sepenuhnya aman.

​Masyarakat yang menemukan potensi ancaman atau kondisi darurat akibat cuaca ekstrem diminta untuk segera melaporkannya kepada petugas kepolisian terdekat atau instansi berwenang agar dapat segera ditangani. (Wirnaya/balipost)

BAGIKAN