
MANGUPURA, BALIPOST.com – Hujan lebat yang mengguyur wilayah Pelaga, Kecamatan Petang, Badung, memicu longsor yang menimbun sebuah bangunan tempat menginap di kawasan Eco Park Pelaga Glamping Retreat. Dua orang pengunjung diduga masih tertimbun material longsoran dalam peristiwa yang terjadi sejak Minggu (1/11) malam.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menerima laporan kejadian pada Senin (2/11) pukul 06.10 WITA. Laporan disampaikan Kadek Suardika berdasarkan informasi dari pihak pengelola glamping.
“Dari informasi awal, pemilik glamping mencurigai dua pengunjung masih berada di dalam bangunan ketika material longsor dari tebing menimbun tempat menginap tersebut. Kondisi itu kemudian memicu upaya pencarian dan pertolongan,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya saat dihubungi Senin (2/11).
Pihak pengelola bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Badung, Camat Petang, dan Polsek Petang sempat melakukan pencarian awal. Namun, hujan lebat dan akses menuju lokasi yang curam menghambat proses penanganan. Tim gabungan akhirnya menghentikan sementara pencarian demi keselamatan petugas.
Pengelola Eco Park Pelaga Glamping Retreat selanjutnya meminta bantuan Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar untuk melakukan operasi SAR.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar memberangkatkan satu tim rescue beranggotakan sembilan personel menuju lokasi kejadian. “Tim berangkat dari kantor SAR di Jimbaran dengan estimasi perjalanan sekitar dua jam,” ucapnya.
Setibanya di lokasi, personel SAR akan melakukan pencarian dan pertolongan terhadap dua pengunjung yang diduga tertimbun material longsor. Proses operasi akan mempertimbangkan kondisi medan, cuaca, serta faktor keselamatan seluruh personel di lapangan.
“Hingga pagi ini, penanganan kejadian masih berlangsung. Tim terus mempersiapkan upaya pencarian dengan memperhatikan perkembangan kondisi di lokasi bencana,” katanya. (Parwata/balipost)










