
GIANYAR, BALIPOST.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Gianyar memicu bencana tanah longsor. Di Desa Lebih, Kecamatan Gianyar, tembok Pura Candi Agung longsor dan menimpa tembok senderan Merajan Agung Dewa Timbul Gunung, di Jruan, hingga mengalami kerusakan parah, Senin (2/11).
Peristiwa ini diperkirakan terjadi sekitar pukul 08.30 WITA. Pemilik merajan agung, Ngakan Nyoman Ngurah (69), mengetahui kejadian tersebut saat hendak melaksanakan pekerjaan di sekitar lokasi. Setibanya di tempat kejadian, ia mendapati material longsor dari tembok Pura Candi Agung telah menimpa dan merobohkan struktur bangunan merajannya.
Menyadari situasi tersebut, ia langsung melaporkan kejadian kepada Kelian Dinas Banjar Lebih Beten Kelod. Informasi ini kemudian diteruskan ke Bhabinkamtibmas Desa Lebih, Aiptu I Made Sudiarta dan Babinsa Desa Lebih, Serka I Wayan Suama.
Merespons laporan warga, Bhabinkamtibmas dan Babinsamendatangi lokasi kejadian untuk melaksanakan pengecekan awal sekaligus memastikan keamanan situasi di sekitar tempat peristiwa. Selain melakukan pendataan, kedua aparat penegak hukum dan kewilayahan tersebut juga memberikan dukungan moril secara langsung kepada pemilik merajan agar tetap sabar dan tabah menghadapi musibah yang terjadi.
Kapolsek Gianyar, Kompol I Made Adi Suryawan menegaskan bahwa kehadiran personel Bhabinkamtibmas dan Babinsa di tengah warga merupakan bentuk nyata kepedulian serta respons cepat aparat kepolisian dan TNI terhadap masyarakat yang tengah tertimpa musibah bencana alam.
“Kami mengimbau masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Apabila menemukan kondisi bangunan atau tebing yang berpotensi longsor, segera lakukan langkah antisipasi dan laporkan kepada aparat setempat agar dapat ditindaklanjuti,” ujarnya.
Menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu belakangan ini, Polsek Gianyar terus mengingatkan masyarakat luas agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam susulan, seperti tanah longsor, pohon tumbang, maupun kerusakan infrastruktur akibat curah hujan tinggi. (Wirnaya/balipost)










