Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Bali Ida Bagus Setiawan. (BP/Dokumen)

DENPASAR, BALIPOST.com – Di tengah memanasnya dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali memastikan belum ada penempatan baru maupun laporan keberadaan signifikan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Bali yang bekerja di Iran.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Provinsi Bali, Ida Bagus Setiawan, menegaskan bahwa hingga kini belum ditemukan data PMI asal Bali yang aktif bekerja di Iran. Pemprov telah berkoordinasi dengan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Bali serta dinas ketenagakerjaan kabupaten/kota untuk memastikan kondisi terkini.

“Dari hasil inventarisasi sementara, belum ada laporan PMI asal Bali yang bekerja di Iran. Kami terus lakukan verifikasi data,” ujarnya, Selasa (3/3).

Baca juga:  Pemprov Bali–Pemprov NTT Tegaskan Komitmen Jaga Harmoni Kehidupan Bersama

Berdasarkan data BP3MI dan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), sepanjang 2025 tercatat 2.490 PMI asal Bali bekerja di kawasan Timur Tengah. Sementara pada 2026 hingga Februari, jumlahnya mencapai 187 orang.

Menariknya, dari 11 negara tujuan di kawasan tersebut pada 2025, seperti Turki, Kuwait, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Yordania, Oman, Qatar, Bahrain, Lebanon, dan Mesir. Tidak ada penempatan PMI asal Bali ke Iran. Pada 2024 pun hanya tercatat satu orang PMI asal Bali yang bekerja di negara tersebut.

Baca juga:  SMAN 1 Denpasar Raih Nilai Rata-rata Tertinggi IPA dan IPS

Negara tujuan terbanyak pada 2025 adalah Turki, dengan dominasi sektor hospitality dan wellness therapist atau spa terapis. Hal ini menunjukkan tren penempatan PMI Bali lebih terkonsentrasi pada sektor jasa pariwisata dan layanan kebugaran.

Pemprov Bali, kata dia, juga memperkuat koordinasi lintas daerah, termasuk dengan Kabupaten Jembrana yang dikenal sebagai salah satu kantong PMI terbesar di Bali. Selain itu, komunikasi dengan perwakilan RI di luar negeri terus dilakukan guna memastikan kondisi WNI, baik yang berstatus PMI maupun yang telah menetap bersama keluarga campuran.

Baca juga:  Viral di Medsos Sekda Marah Soal Bocornya Imbauan Donasi Banjir, Ini Tanggapan Gubernur Koster

“Kami siaga dan terus meng-update informasi. Negara pasti hadir memberikan perlindungan dan rasa aman bagi warga negara Indonesia, termasuk krama Bali di luar negeri,” tegas Ida Bagus Setiawan.

Hingga saat ini, belum ada pengaduan maupun laporan resmi terkait PMI asal Bali yang terdampak situasi di Iran. Pemprov memastikan akan segera mengambil langkah penanganan apabila terdapat perkembangan baru, sebagaimana respons cepat yang dilakukan pada situasi darurat sebelumnya. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN