
SINGASANA, BALIPOST.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tabanan mulai membekali sekolah-sekolah peserta Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS (Pemilos) Serentak 2026 melalui bimbingan teknis (Bimtek). Kegiatan perdana digelar di SMAN 1 Baturiti, Selasa (6/10), dengan melibatkan pembina OSIS dan panitia pemilihan dari jenjang SMP, MTs, SMA, SMK dan MA di Kecamatan Baturiti dan Penebel.
Ketua KPU Kabupaten Tabanan, I Wayan Suwitra mengatakan, bimtek yang digelar ini merupakan bagian dari persiapan pelaksanaan Pemilos Serentak yang akan dijadwalkan pada 21 Oktober 2026. Pada kesempatan itu, KPU Tabanan bersama Bawaslu memberikan pembekalan mengenai tahapan dan teknis pemungutan suara, termasuk kesiapan Tempat Pemungutan Suara (TPS), proses pencoblosan, hingga pelaksanaan pemilihan yang tertib dan sesuai mekanisme.
Menurutnya, Pemilos tidak sekadar menjadi ajang memilih Ketua dan Wakil Ketua OSIS, namun juga sebagai miniatur pemilu di lingkungan sekolah serta ruang pembelajaran bagi siswa untuk mengenal demokrasi secara langsung. “Siswa akan mendapatkan pengalaman menggunakan hak pilih, datang ke TPS, memberikan suara, memahami aturan pemilihan, serta menghargai pilihan dan pendapat orang lain,”jelasnya.
Bimtek dilaksanakan secara bertahap melalui pembagian wilayah. Zona 1 mencakup Kecamatan Tabanan dan Kerambitan. Zona 2 meliputi Selemadeg Timur, Selemadeg, Selemadeg Barat dan Pupuan. Zona 3 mencakup Penebel dan Baturiti, sedangkan Zona 4 mencakup Marga dan Baturiti.
Pembagian zona tersebut dilakukan untuk memastikan sekolah peserta mendapatkan pembekalan yang memadai sebelum pelaksanaan pemungutan suara serentak. KPU Tabanan berharap pengalaman mengikuti Pemilos dapat menjadi bekal awal bagi siswa sebelum memasuki usia sebagai pemilih dalam pemilu maupun pemilihan di tingkat yang lebih luas.
Dengan demikian, Pemilos Serentak 2026 diharapkan tidak berhenti pada terpilihnya Ketua dan Wakil Ketua OSIS. Lebih dari itu, prosesnya menjadi pengalaman bagi siswa untuk memahami hak, tanggung jawab, aturan dan etika dalam berdemokrasi.
“Dari sekolah, siswa belajar memilih. Dari proses, mereka belajar menghargai. Dari demokrasi di sekolah, mereka dipersiapkan menjadi pemilih yang cerdas dan bertanggung jawab,” pungkas Suwirta.(Puspawati/balipost)










