Bawaslu Kabupaten Bangli saat memberikan pendampingan debat kandidat Pemilos di SMK Negeri 2 Bangli, Senin (19/10). (BP/Ina)

BANGLI, BALIPOST.com – Sejumlah SMA/SMK di Kabupaten Bangli dijadwalkan menggelar Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS (Pemilos) secara serentak pada Oktober ini. Melalui agenda tersebut, para pelajar didorong memahami bahwa proses pemilihan tidak hanya berorientasi pada kemenangan, tetapi juga menjunjung tinggi aturan, sportivitas, dan tanggung jawab.

Nilai-nilai demokrasi itu ditekankan langsung oleh Bawaslu Kabupaten Bangli saat memberikan pendampingan debat kandidat Pemilos di SMK Negeri 2 Bangli, Senin (19/10).

Anggota Bawaslu Kabupaten Bangli, I Nengah Purna, mengatakan pemilos menjadi kesempatan bagi pelajar untuk belajar berkompetisi secara sehat, menyampaikan gagasan, dan menghargai perbedaan pilihan.

Terkait tahapan debat kandidat, Purna menegaskan bahwa debat kandidat bukan sekadar ajang untuk meyakinkan pemilih, tetapi juga ruang pembelajaran untuk membangun sikap demokratis.

Baca juga:  Astra Motor Bali Release Honda CRF1100L Africa Twin Adventure Sport

Ia mendorong para kandidat menyampaikan program yang realistis dan dapat dipertanggungjawabkan, sementara para pemilih diharapkan mencermati visi, misi, dan program kerja sebelum menentukan pilihan secara mandiri.

Ia juga menekankan pentingnya keadilan dan netralitas dalam pelaksanaan Pemilos. Setiap pasangan calon harus memperoleh kesempatan yang sama dalam menyampaikan visi, misi, dan program kerja, termasuk alokasi waktu debat. Panitia, guru, dan pengawas juga harus menjaga netralitas serta tidak menunjukkan gestur atau dukungan melalui yel-yel kepada pasangan calon tertentu.

“Dalam demokrasi, menang dan kalah merupakan bagian dari proses. Setiap kandidat harus berkompetisi secara sehat dan menyampaikan gagasan tanpa menjatuhkan lawan. Panitia, guru, dan pengawas juga harus bersikap netral agar semua pasangan calon mendapat kesempatan yang adil dan siswa dapat menentukan pilihan secara bebas serta bertanggung jawab,” ujar Purna.

Baca juga:  Pengeroyokan di Sibang Gede Sebabkan Satu Meninggal, Polisi Bidik Sejumlah Pelajar

Bawaslu Kabupaten Bangli berharap pelajar tidak hanya memperoleh pengalaman memilih pemimpin, tetapi juga memahami pentingnya integritas, sportivitas, dan sikap menghormati perbedaan. Dengan demikian, Pemilos menjadi sarana pembelajaran demokrasi yang membekali generasi muda untuk berpartisipasi secara cerdas dan bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.

Selain di SMKN 2 Bangli, Bawaslu Bangli juga melakukan kegiatan pendampingan di SMKN 3 Kintamani. Anggota Bawaslu Bangli Putu Gede Pertama Pujawan mengajak para siswa menjadikan debat kandidat sebagai kesempatan untuk menunjukkan kualitas gagasan, bukan sekadar mencari dukungan.

Menurutnya, proses demokrasi membutuhkan keberanian menyampaikan ide, kemampuan mendengarkan pandangan orang lain, serta komitmen menjalankan aturan yang telah disepakati.

Baca juga:  Mati Berhari-hari, Pedagang Keluhkan Air Toilet Pasar Kidul

“Pemilos menjadi kesempatan bagi pelajar untuk memahami bahwa pemimpin yang baik tidak hanya dinilai dari janji, tetapi juga dari gagasan, sikap, dan tanggung jawabnya. Melalui proses ini, siswa belajar menyampaikan pendapat secara santun, menghargai perbedaan, dan menerima hasil pemilihan dengan sikap dewasa,” ujar Pujawan.

Melalui pendampingan Pemilos, Bawaslu Kabupaten Bangli berharap pengalaman demokrasi di sekolah dapat membentuk generasi muda yang mampu berpikir kritis, menghargai perbedaan, serta bertanggung jawab dalam menentukan pilihan. Dengan demikian, Pemilos tidak hanya menjadi ajang pemilihan pengurus OSIS, tetapi juga sarana membangun pemahaman demokrasi sejak dini. (Dayu Swasrina/balipost)

 

BAGIKAN