
MANGUPURA, BALIPOST.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Badung menegaskan kesiapannya untuk mensupport penuh dan mengawal kelancaran pelaksanaan Pemilihan Perbekel (Pilkel) di wilayah Kabupaten Badung. Keikutsertaan lembaga penyelenggara pemilu ini ditegaskan berada dalam ranah Panitia Pemilihan Perbekel Tingkat Kabupaten. Melalui peran tersebut, KPU Badung siap membagikan pengalaman tata kelola penyelenggaraan pemilu nasional untuk diterapkan dalam Pilkel, sekaligus memberikan pendampingan dan asistensi teknis demi terwujudnya demokrasi tingkat desa yang tertib, transparan, dan akuntabel.
Ketua KPU Badung, I Gusti Ketut Gede Yusa Arsana Putra, menyampaikan bahwa keterlibatan KPU di dalam panitia kabupaten berfokus pada pemberian support teknis serta masukan sesuai kebutuhan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) maupun panitia di tingkat desa. Meskipun prinsip dasar pendaftaran pemilih dan pemungutan suara memiliki kemiripan, terdapat sejumlah aturan spesifik yang membedakan pelaksanaan pemilu dengan Pilkel.
Salah satu bentuk dukungan krusial yang disiapkan KPU Badung adalah penyediaan data awal pemilih. “Data kami ini dimanfaatkan oleh panitia di tiga desa penyelenggara Pilkel sebagai acuan dasar dalam menyusun dan memutakhirkan daftar pemilih di wilayah masing-masing,” kata Yusa Arsana pada Senin (28/9).
Kendati demikian, terdapat perbedaan teknis terkait syarat pemilih antara Pemilu dan Pilkel yang mempengaruhi hasil pendaftaran akhir. Sesuai Peraturan Bupati (Perbup) Badung, warga yang berhak terdaftar sebagai pemilih pada Pilkel wajib berdomisili dan tercatat secara administratif ber-KTP di desa setempat sekurang-kurangnya selama enam bulan berturut-turut. “Ketentuan syarat durasi tinggal ini berbeda dengan regulasi Pemilu umum yang tidak menerapkan batasan waktu domisili minimal, sehingga jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) akhir dipastikan memiliki perbedaan,” terangnya.
Selain dukungan data pemilih, KPU Badung juga telah menyiapkan pola asistensi teknis secara menyeluruh. KPU Badung membuka ruang komunikasi serta koordinasi seluas-luasnya untuk membantu panitia desa jika menemukan kendala teknis di lapangan. “Kami sebelumnya telah menggelar pertemuan koordinasi bersama PMD Badung serta panitia dari desa-desa penyelenggara Pilkel. Intinya kami komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi sinergis dan komunikasi produktif guna menjamin suksesnya Pilkel di Kabupaten Badung,” katanya.(Parwata/balipost)










