Pengundian dan penetapan nomor urut calon ketua dan wakil ketua OSIS di SMAN 1 Bangli (BP/ist)

BANGLI, BALIPOST.com – Tidak semua sekolah mengikuti gelaran Pemilihan OSIS Serentak (Pemilos) perdana di Kabupaten Bangli tahun ini. Dari total 17 SMA/SMK yang ada, hanya 8 sekolah yang dipastikan berpartisipasi dalam agenda tersebut.

Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Bangli I Made Surya Dharma Yudha, Minggu (4/10), mengungkapkan bahwa seluruh sekolah sejatinya ditargetkan ikut berpartisipasi. Namun, sebagian besar sekolah belum bisa ikut akibat terkendala jadwal kegiatan belajar mengajar dan program Praktek Kerja Lapangan (PKL).

Adapun delapan sekolah yang dipastikan berpartisipasi terdiri dari lima SMA yakni SMAN 1 Bangli, SMAN 2 Bangli, SMAN 1 Susut, SMAN 1 Tembuku, SMAN 1 Kintamani, serta tiga SMK yakni SMKN 2 Bangli, SMKN 4 Bangli, dan SMKN 3 Kintamani. “Tahun ini dari SMA semua sekolah ikut, sedangkan dari SMK hanya tiga yang bisa ikut. Sedangkan sembilan SMK tidak ikut karena terbentur dengan jadwal kegiatan belajar sekolah,” jelasnya.

Baca juga:  Pascakeluarnya Pergub, PPDB SMA/SMK Negeri Gelombang II Segera Dibuka

Saat ini tahapan Pemilos telah memasuki penetapan pasangan calon, pengundian nomor urut, dan persiapan masa kampanye. Puncak pemungutan suara atau pencoblosan dijadwalkan berlangsung serentak pada 21 Oktober.

Surya Dharma menjelaskan bahwa KPU memberikan fleksibilitas bagi sekolah untuk menyesuaikan jadwal tahapan yang disusun KPU agar tidak mengganggu kegiatan belajar maupun agenda internal sekolah. Salah satunya SMAN 1 Susut yang baru bisa melakukan penetapan calon setelah pelaksanaan HUT sekolah pada 5 Oktober. Penyesuaian ini berdampak pada durasi masa kampanye yang menjadi lebih singkat. “Tetapi hari pemungutan suaranya nanti tetap berjalan sesuai jadwal,” ujarnya.

Baca juga:  Kampanye Caleg di Masjid, Oknum Perbekel Dilaporkan ke Polres

Penyelenggaraan Pemilos Serentak yang menyerupai proses pilkada serentak ini jelas Surya Dharma bertujuan sebagai sarana pengenalan tahapan pemilu sekaligus untuk memberikan pengalaman langsung mengenai pemilu kepada para calon pemilih pemula. “Dengan diserentakan mereka paling tidak bisa merasakan suasana Pilkada Serentak meskipun hanya sebatas memilih ketua OSIS,” jelasnya.

KPU Bangli akan menggelar evaluasi pelaksanaan Pemilos perdana bersama Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) pada akhir tahun. KPU berharap agar seluruh SMA/SMK di Bangli dapat berpartisipasi secara serentak pada tahun mendatang. “Kalau bisa biar tahapannya pun berjalan bersamaan. Misalnya tahapan pengundian nomor urut, biar semua sekolah melaksanakan pengundian nomor urut di hari yang sama,” ujarnya. Selain tingkat SMA/SMK, KPU Bangli juga merencanakan perluasan program Pemilos Serentak ke tingkat SMP. (Dayu Swasrina/balipost)

Baca juga:  Perlu Solusi RIP Pelabuhan Benoa
BAGIKAN