Pelaksanaan vaksinasi rabies di salah satu wilayah di Tabanan. (BP/istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com – Pelaksanaan bulan vaksinasi rabies telah berakhir. Di kabupaten Tabanan, hingga data Kamis (20/8), populasi anjing yang tercatat sebanyak 54.726 ekor, vaksinasi telah menyasar 28.525 ekor anjing, ditambah 716 ekor kucing dan tiga ekor monyet.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Tabanan, drh. I Gde Eka Parta Ariana, dikonfirmasi, Minggu (23/8), mengatakan, capaian tersebut tentunya masih akan terus dikejar melalui pelaksanaan vaksinasi secara bertahap di seluruh kecamatan. Vaksinasi menjadi salah satu upaya penting untuk mencegah penyebaran rabies, khususnya melalui hewan penular rabies seperti anjing.

Berdasarkan rekapitulasi, capaian vaksinasi tertinggi tercatat di Kecamatan Tabanan, yakni 6.212 ekor atau 95,24 persen dari populasi 6.525 ekor. Disusul Kecamatan Baturiti sebanyak 4.480 ekor atau 94,19 persen dari populasi 4.748 ekor.

Baca juga:  Distan Gianyar Gencarkan Vaksinasi Rabies Door to Door di Desa Petak Kaja

Sementara itu, Kecamatan Marga telah mencapai 3.836 ekor atau 80,51 persen dari populasi 4.740 ekor. Kecamatan Pupuan mencapai 4.473 ekor atau 67,20 persen, sedangkan Kecamatan Kediri sebanyak 5.361 ekor atau 67,08 persen.

Capaian vaksinasi masih relatif rendah di sejumlah wilayah. Kecamatan Kerambitan baru mencapai 466 ekor atau 7,28 persen dari populasi 6.124 ekor. Kecamatan Selemadeg tercatat 731 ekor atau 18,29 persen, Selemadeg Barat 1.425 ekor atau 24,75 persen, serta Penebel 1.541 ekor atau 27,01 persen.

Baca juga:  PSEL Terealisasi Setelah Dapat Dukungan Anggaran dari Danantara

Parta menegaskan selain vaksinasi, pihaknya juga mengingatkan masyarakat agar menjaga dan mengawasi hewan peliharaan serta segera melaporkan apabila terdapat hewan yang menunjukkan gejala mencurigakan. “Vaksinasi harus terus digencarkan untuk meningkatkan cakupan. Peran masyarakat sangat penting dengan membawa hewan peliharaan untuk divaksin dan melaporkan jika menemukan hewan yang dicurigai terjangkit rabies,” ujarnya.

Di sisi lain, usai pelaksanaan bulan vaksinasi rabies, Dinas Pertanian Tabanan melalui Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan kini kembali melanjutkan kegiatan vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak sapi. Untuk mendukung pelaksanaan vaksinasi tersebut, sebanyak 3.000 dosis vaksin PMK telah didroping ke Kabupaten Tabanan.

Baca juga:  Klaster Keluarga Meningkat, Rapid Test akan Sasar Radius Ini dari Rumah Warga Tertular COVID-19

Parta Ariana mengatakan, vaksinasi PMK pada sapi dilakukan sebagai langkah pencegahan untuk menjaga kesehatan ternak sekaligus mengantisipasi penyebaran penyakit yang dapat berdampak terhadap produktivitas dan perekonomian peternak. Pelaksanaan vaksinasi akan dilakukan secara bertahap dengan menyasar ternak sapi di sejumlah wilayah.

Menurutnya, vaksinasi PMK menjadi bagian penting dari upaya pengendalian penyakit hewan menular. Peternak juga diharapkan aktif melaporkan apabila menemukan sapi dengan gejala yang mengarah pada PMK, sehingga dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas. (Puspawati/balipost)

 

BAGIKAN