
SINGASANA, BALIPOST.com – Cakupan vaksinasi rabies di Kabupaten Tabanan hingga kini baru mencapai 50,81 persen. Dari estimasi populasi anjing sebanyak 54.726 ekor, baru 28.525 hewan yang telah mendapat vaksin rabies. Kecamatan Selemadeg Timur (Seltim) menjadi wilayah dengan capaian paling rendah karena vaksinasi rabies di daerah tersebut belum dimulai.
Kabid Ternak dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Tabanan, Gede Parta Ariana, menjelaskan kegiatan vaksinasi rabies di Seltim memang belum dilakukan karena petugas masih berkutat pada vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK). Sedangkan untuk vaksinasi rabies di wilayah itu baru akan dijadwalkan mulai Oktober 2026.
Berdasarkan rekapitulasi Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian Tabanan, dari 28.525 hewan yang telah divaksin, sebanyak 27.806 merupakan anjing, 716 kucing dan tiga ekor monyet. Sementara populasi anjing di Seltim diperkirakan mencapai 3.966 ekor.
Capaian vaksinasi antarkecamatan juga masih menunjukkan kesenjangan cukup tinggi. Kecamatan Tabanan menjadi salah satu wilayah dengan capaian tertinggi, yakni 95,24 persen. Dari populasi 6.365 anjing, sebanyak 6.062 anjing dan 150 kucing telah divaksin dengan total 6.212 vaksinasi.
Baturiti menyusul dengan cakupan 94,19 persen. Dari populasi 4.748 anjing, sebanyak 4.472 anjing dan delapan kucing telah mendapat vaksin, dengan total 4.480 vaksinasi. Kecamatan Marga mencapai 80,51 persen atau sebanyak 3.836 vaksinasi dari populasi anjing 4.740 ekor.
Sebaliknya, capaian sejumlah wilayah masih rendah. Kerambitan baru mencapai 7,28 persen atau 466 vaksinasi dari populasi 6.124 anjing. Selemadeg mencapai 18,29 persen atau 731 vaksinasi dari populasi 3.696 anjing. Selemadeg Barat 24,75 persen dengan 1.425 vaksinasi dari populasi 5.245 anjing, sedangkan Penebel 27,01 persen atau 1.541 vaksinasi dari populasi 5.697 anjing.
Sementara itu, cakupan vaksinasi di Kediri mencapai 67,08 persen dengan 5.361 vaksinasi. Pupuan mencapai 67,20 persen dengan 4.473 vaksinasi dari populasi anjing sebanyak 6.367 ekor.
Parta Ariana menegaskan, percepatan vaksinasi rabies masih diperlukan untuk meningkatkan perlindungan terhadap hewan penular rabies sekaligus menekan risiko penyebaran penyakit tersebut. Dinas Pertanian menargetkan seluruh wilayah Tabanan dapat memperoleh vaksinasi rabies hingga akhir 2026.
Bahkan, ia juga memastikan ketersediaan vaksin rabies masih mencukupi. Dinas Pertanian Tabanan saat ini memiliki sekitar 9.000 dosis vaksin rabies. “Target kami cakupan vaksinasi rabies di Tabanan dapat tuntas akhir 2026,” tegasnya.(Puspawati/balipost)










