Petugas melakukan vaksinasi terhadap hewan penular rabies. (BP/ina)

BANGLI, BALIPOST.com – Capaian vaksinasi Hewan Penular Rabies (HPR) di Kabupaten Bangli masih rendah, yakni baru menyentuh angka 20 persen. Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (PKP) Bangli, mengungkap ada dua kendala mendasar yang dihadapi untuk mengejar target vaksinasi.

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli, I Wayan Sarma, mengungkapkan bahwa total populasi HPR di Kabupaten Bangli sekitar 47.000 ekor. Untuk mencapai tingkat aman, idealnya cakupan vaksinasi harus mampu mengcover minimal 70 persen dari total populasi, atau sekitar 37.000 ekor HPR.

Wayan Sarma membeberkan ada dua kendala mendasar yang dihadapi pihaknya di lapangan, yaitu keterbatasan personel, terutama yang berlatar belakang medik veteriner dan minimnya biaya operasional bagi para vaksinator.

Baca juga:  Kasus COVID-19 Harian Nasional Bertambah Dua Ribuan Orang

Terkait personel, dijelaskan bahwa sebagian besar tenaga lapangan yang dimiliki berstatus non-ASN atau tenaga kontrak kegiatan. Dengan luas wilayah yang ada, Bangli idealnya membutuhkan minimal 5 tim lapangan, di mana Kintamani sendiri memerlukan setidaknya 2 tim.

Satu tim idealnya beranggotakan 5 orang. Namun, saat ini Dinas PKP baru memiliki 17 orang personel.

“Selain tenaga, biaya operasional vaksinator kami sangat minim. Kami hanya siapkan untuk vaksinasi lima ribu ekor. Sedangkan sasaran kami dari jumlah 47 Ribu HPR idealnya minimal tercover 70 persen (sekitar 37 ribu ekor). Jadi masih sangat jauh,” jelasnya.

Baca juga:  Kasus Gigitan Anjing Rabies Bertambah

Sementara untuk ketersediaan vaksin, Sarma menegaskan stok tidak menjadi masalah karena bisa diajukan ke pemerintah provinsi maupun pusat. Tahun ini, Bangli mendapatkan alokasi 10.000 dosis vaksin dari provinsi, di luar pengadaan mandiri kabupaten sebanyak 15.000 dosis.

Untuk mengejar target minimal 70 persen, Bangli masih kekurangan sekitar 12.000 dosis vaksin lagi yang diharapkan bisa dibantu oleh pihak provinsi.

Menyikapi minimnya biaya operasional vaksinator, Dinas PKP Bangli tengah mengupayakan tambahan anggaran melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan. “Jika anggaran ini disetujui, kami akan merekrut kembali tenaga vaksinator yang sebelumnya kami rekrut dari tenaga profesional agar cakupan target bisa tercapai,” ujarnya.

Baca juga:  Covid-19 Melonjak, Wisatawan di Sanur Diimbau Disiplin Prokes

Disisi lain pihaknya mengimbau dan mengharapkan kesadaran penuh dari masyarakat pemilik hewan peliharaan. Jika wilayahnya belum masuk dalam jadwal vaksinasi, warga diminta proaktif membawa HPR mereka langsung ke tempat pelayanan kesehatan hewan Dinas PKP Bangli untuk mendapatkan vaksinasi secara gratis. (Dayu Swasrina/balipost)

BAGIKAN