
GIANYAR, BALIPOST.com – Seorang buruh harian lepas asal Kediri, Jawa Timur, berinisial S (41), nekat menceburkan diri ke dalam sungai sedalam kurang lebih 15 meter di sebelah timur sebuah proyek di Jalan Made Lebah, Banjar Pengosekan Kaja, Desa Mas, Kecamatan Ubud, Gianyar Minggu (7/6) pagi. Korban diduga nekat melakukan aksi tersebut lantaran mengalami depresi.
Kapolsek Ubud, Kompol I Wayan Putra Antara, S.Pd., M.H., membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa korban berhasil dievakuasi dari dasar sungai dalam keadaan selamat oleh tim gabungan Polsek Ubud, Linmas, dan BPBD Kabupaten Gianyar, meski proses evakuasi sempat terkendala oleh medan sungai yang curam dan dipenuhi semak belukar serta pohon bambu.
Berdasarkan keterangan para saksi di lokasi kejadian, peristiwa bermula sekitar pukul 06.30 WITA. Rekan-rekan kerja korban sempat melihat korban sedang melamun sembari berbicara sendiri. Korban kemudian berjalan ke arah lobi dan pos pengamanan, hingga akhirnya dilaporkan oleh buruh lain telah melompat ke sungai di belakang area proyek.
Mendapat laporan tersebut, mandor proyek bernama Umar Prasetyo Widodo bersama saksi lainnya langsung mengecek ke lokasi. Kejadian ini kemudian segera dilaporkan kepada Linmas setempat dan diteruskan ke Polsek Ubud serta BPBD Gianyar untuk penanganan evakuasi.
”Kami bersama pawas, kanit intelkam, piket fungsi, dan tim BPBD Gianyar langsung bergerak cepat ke tempat kejadian perkara (TKP) begitu menerima laporan warga. Sekitar pukul 09.00 WITA, korban akhirnya berhasil dievakuasi dari dasar sungai dengan selamat,” ujar Kompol Putra Antara.
Usai dievakuasi, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Ari Canti Mas guna mendapatkan penanganan medis secara intensif. Dari hasil pemeriksaan awal oleh pihak medis, korban mengalami luka lecet pada bagian punggung, tangan, dan kaki. Selain itu, berdasarkan hasil rontgen, korban diindikasikan mengalami pendarahan pada bagian perut disertai memar di pinggang sebelah kanan yang saat ini masih dalam tahap observasi medis.
Kapolsek Ubud menambahkan, sesampainya di unit gawat darurat (UGD), korban sempat berteriak-teriak dan mengamuk, diduga akibat dampak dari gangguan mental yang dialaminya. Korban bahkan dilaporkan sempat mencoba melukai dirinya di ruang perawatan, beruntung tidak ada luka baru yang fatal. Saat ini, korban masih dalam penanganan tim medis dan dalam kondisi tidak sadarkan diri di bawah pengaruh obat bius untuk menenangkan kondisinya.
Dari catatan kepolisian dan keterangan pihak mandor proyek tersebut sebenarnya sudah memasuki tahap penyelesaian (finishing) dan sedang melakukan pengurangan tenaga kerja. Korban diketahui merupakan mantan pekerja di proyek tersebut yang sudah sempat pulang ke kampung halamannya sebelum Lebaran.
Namun, Rabu (3/6) lalu, korban tiba-tiba kembali mendatangi proyek dan langsung bekerja atas inisiatif sendiri tanpa adanya panggilan atau ajakan dari pihak mandor. Sejak kedatangannya kembali, gelagat korban memang dilaporkan sudah menunjukkan keanehan dan sering menyendiri. (Wirnaya/balipost)










