Polisi berupaya mengatur arus lalu lintas di pusat pariwisata Ubud, khususnya di kawasan Catus Pata. (BP/istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Kemacetan arus lalu lintas di pusat pariwisata Ubud, Gianyar, khususnya di kawasan Catus Pata (perempatan Ubud), terus mendapat perhatian serius dari kalangan legislatif. Guna mengurai titik sumbatan kendaraan di jalur padat tersebut, Pemerintah Kabupaten Gianyar melalui Dinas Perhubungan didesak untuk segera melakukan kajian teknis terkait pemasangan lampu pengatur lalu lintas (traffic light). Hal tersebut disampaikan Sekretaris Fraksi Demokrat Bersatu DPRD Gianyar, Anak Agung Oka Kalam, SH. Senin (6/7).

Menurutnya, langkah taktis sangat diperlukan mengingat Catus Pata Ubud merupakan urat nadi pergerakan wisatawan dan masyarakat lokal yang kerap mengalami kepadatan tinggi. “Kami memohon kepada Dinas Perhubungan untuk melakukan analisa mendalam, apakah secara teknis sangat dimungkinkan untuk dipasang Traffic Light di Catus Pata Ubud. Jika hasil kajian menyatakan memungkinkan, kami berharap bisa segera direalisasikan,” ujar Agung Oka Kalam.

Baca juga:  Tiga Zona Orange Catat Tambahan Korban Jiwa COVID-19

Meski menekankan pentingnya fungsi pengatur lalu lintas, politisi Demokrat ini memberikan catatan khusus terkait aspek visual. Mengingat Ubud merupakan pusat seni dan budaya dunia, infrastruktur modern yang dibangun tidak boleh merusak karakteristik kawasan. “Pemasangan Traffic Light ini wajib mengedepankan aspek estetika dan keindahan lingkungan Catus Pata. Bentuk dan ornamen lampunya harus disesuaikan dengan nuansa budaya lokal, sehingga tetap selaras dengan keindahan Ubud,” imbuhnya.

Baca juga:  Tangani TPPO, Indonesia Jajaki Kerjasama dengan Vietnam

Agung Oka Kalam menambahkan, upaya pembatasan jalur yang sebelumnya sempat dipasang di titik tersebut sudah memberikan dampak. Namun, kehadiran traffic light dinilai akan jauh lebih efektif dan memberikan keteraturan yang lebih baik bagi pengguna jalan.

Terkait anggaran, ia tidak menampik bahwa pengadaan fasilitas ini akan memakan biaya yang cukup besar. Kendati demikian, demi kenyamanan pariwisata dan keselamatan publik, pemerintah daerah diharapkan mampu memprioritaskan anggaran demi mengakomodasi aspirasi masyarakat tersebut.

Baca juga:  Wanita Australia Tewas di Villanya Menginap

“Pemasangan traffic light ini adalah bagian dari pelayanan publik dan investasi jangka panjang untuk mempertahankan kenyamanan Ubud sebagai destinasi internasional. Pemerintah perlu mengupayakan implementasi aspirasi ini agar angka kemacetan di jantung pariwisata Gianyar bisa ditekan secara signifikan,” pungkasnya. (Wirnaya/balipost)

 

BAGIKAN