
DENPASAR, BALIPOST.com – Berakhirnya pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahap II jalur domisili jenjang SMA/SMK Negeri di Bali tidak hanya memperlihatkan ketatnya persaingan di sekolah-sekolah favorit, tetapi juga mengungkap masih lebarnya kesenjangan minat calon peserta didik terhadap sejumlah sekolah negeri di berbagai daerah.
Berdasarkan rekapitulasi sementara Disdikpora Provinsi Bali, sejumlah sekolah di luar pusat kota masih jauh dari target daya tampung. Bahkan, pada jalur domisili kependudukan, beberapa sekolah belum memperoleh satu pun pendaftar.
SMA Negeri 1 Marga menjadi sekolah dengan kondisi paling mencolok. Dari kuota 130 siswa yang disediakan melalui jalur domisili kependudukan, belum ada satu pun calon murid yang mendaftar. Situasi serupa terjadi di SMAN Satu Atap Klumpu yang juga belum menerima pendaftar untuk kuota 22 siswa.
Minimnya animo juga terlihat di SMA Negeri 1 Payangan yang baru memperoleh enam pendaftar dari daya tampung 108 siswa, SMA Negeri 3 Mengwi dengan tujuh pendaftar dari kuota 65 siswa, serta SMAN Satu Atap Nusa Penida yang hanya menerima tiga pendaftar dari kuota 65 siswa.
Fenomena tersebut berbanding terbalik dengan kondisi sejumlah SMA negeri di kawasan perkotaan yang justru mengalami lonjakan peminat. SMA Negeri 7 Denpasar tercatat menjadi sekolah dengan jumlah pendaftar terbanyak, yakni 328 orang untuk kuota 86 siswa. Disusul SMA Negeri 4 Denpasar dengan 317 pendaftar, SMA Negeri 2 Denpasar sebanyak 316 pendaftar, SMA Negeri 2 Abiansemal 217 pendaftar, dan SMAN 1 Abang yang menerima 189 pendaftar.
Perbedaan jumlah pendaftar tersebut menunjukkan bahwa persebaran minat calon peserta didik terhadap sekolah negeri di Bali masih belum merata. Faktor lokasi, aksesibilitas, reputasi sekolah, hingga persepsi masyarakat diduga masih menjadi pertimbangan utama dalam menentukan pilihan sekolah.
Sementara itu, pendaftaran SPMB Tahap II melalui jalur domisili resmi ditutup pada Kamis (2/7). Saat ini, Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali memasuki tahapan verifikasi dan validasi seluruh dokumen pendaftar sebelum hasil seleksi diumumkan.
Kepala UPTD Balai Pengembangan Teknologi Pendidikan (BP Tekdik) Disdikpora Bali, I Komang Agus Kariasa, S.Pd., M.Pd., mengatakan seluruh data calon murid sedang diperiksa secara menyeluruh guna memastikan kesesuaian dokumen dan persyaratan yang diajukan.
“Setelah penutupan pendaftaran, tahapan yang dilakukan adalah verifikasi dan validasi data. Proses ini penting agar seluruh calon murid yang dinyatakan lolos benar-benar memenuhi ketentuan sesuai jalur yang dipilih,” ujarnya, Senin (6/7).
Pihaknya menegaskan seluruh proses seleksi dilaksanakan sesuai ketentuan dengan mengedepankan prinsip objektif, transparan, akuntabel, dan berkeadilan. Pengumuman hasil seleksi dijadwalkan pada 9 Juli 2026, setelah seluruh tahapan verifikasi dan validasi dinyatakan selesai. (Ketut Winata/balipost)










