Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan. (BP/dok)

NEGARA, BALIPOST.com – Ribuan lampu penerangan jalan umum (PJU) di Jembrana mengalami kerusakan. Lampu jalan yang tersebar hingga ke jalan kabupaten di desa-desa ini mengalami kerusakan beragam, namun yang pasti lampu tidak berfungsi (padam).

Pemkab Jembrana berkomitmen untuk memperbaiki layanan masyarakat itu secara bertahap sejak tahun 2025.

Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan mengatakan dari total 2.800 lampu PJU yang tersebar hingga ke pedesaan, 80 persen diantaranya dalam kondisi mati. “Ini menjadi fokus kita, tahun 2025 kita sudah mulai pengadaan lampu dan terus dilanjutkan hingga seluruh kerusakan titik lampu itu bisa diselesaikan,” ujarnya.

Baca juga:  Berlakukan Larangan WN 3 Negara Masuk Indonesia, Bandara Ngurah Rai Masih Tunggu Ini

Bupati Kembang juga memastikan agar komponen lampu PJU itu berkualitas tahan lama dan hemat listrik. Terkait penghematan listrik, salah solusi yang diberikan dengan pemasangan meteran di masing-masing titik lampu. Dengan demikian, tagihan sesuai pemakaian, tidak seperti saat ini yang masih perkiraan tarif flat per titik lampu, baik hidup atau kondisi lampu mati.

“Kita sedang upayakan, tapi bertahap. Setiap bulannya hampir Rp700 juta tagihan listrik untuk PJU. Ini harus dibenahi,” ujar Kembang Hartawan belum lama ini.

Baca juga:  TPST Kuta Ditarget Beroperasi Desember 2025

Khusus untuk pengadaan di tahun 2026 ini, juga diberikan keleluasaan kepala desa/lurah untuk menentukan 6 titik yang urgent perlu diperbaiki. Secara bertahap akan dilakukan perbaikan fasilitas layanan umum ini.

Di dalam Kota Negara, yang saat ini sedang dilakukan pembangunan pedestrian penataan kota, bupati menekankan untuk segera melakukan penggantian lampu yang padam. Dengan begitu, lampu PJU di sepanjang Jalan Ngurah Rai tetap menyala meskipun sedang ada perbaikan. (Surya Dharma/balipost)

Baca juga:  Hari Lahir Pancasila, Cek Prakiraan Cuaca Bali pada 1 Juni 2026
BAGIKAN