
GIANYAR, BALIPOST.com – ‘Perang’ baliho dan spanduk terkait jalan rusak belakangan ini meramaikan jagat media sosial. Awalnya muncul spanduk dan baliho berukuran besar berisi sindiran terkait jalan rusak yang ditujukan kepada pejabat di Pemprov Bali dan Pemkab Gianyar.
Tak berselang lama, terdapat baliho tandingan yang berisi pembelaan terhadap Pemkab Gianyar yang disebut sudah bergerak dengan menganggarkan Rp9 miliar untuk proyek pembangunan trotoar.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gianyar, I Gusti Bagus Adi Widhya Utama, S.IP., M.Si., dikonfirmasi Senin (1/6) memastikan bahwa pemasangan media publikasi proyek jalan dan trotoar senilai Rp 9 miliar merupakan gerakan masyarakat, bukan difasilitasi oleh Pemkab Gianyar maupun Pemprov Bali.
”Itu justru murni gerakan masyarakat,” ujar pria yang akrab disapa Gus Bem.
Ia membeberkan bahwa proyek penataan infrastruktur di kawasan Ubud ini sebenarnya bukan program mendadak yang dibuat karena adanya kritikan. Pemkab Gianyar mengklaim telah melakukan pendekatan persuasif dan koordinasi intensif dengan struktur masyarakat bawah sejak awal tahun.
Lebih lanjut, Sekda Gianyar menjelaskan bahwa rencana perbaikan trotoar dan jalan di Ubud sudah disosialisasikan secara berkala sejak Februari lalu. Pendekatan dan pemaparan program telah dilakukan secara langsung kepada tokoh-tokoh masyarakat setempat.
Untuk menepis isu bahwa pemerintah tidak peduli dengan kondisi jalan rusak di Ubud, sejumlah tokoh masyarakat sebelumnya memang sempat melontarkan ide untuk membuat baliho apresiasi.
Mereka berencana memajang foto Bupati Gianyar sebagai bentuk ucapan terima kasih atas realisasi anggaran proyek trotoar tersebut. “Ada info juga dari beberapa tokoh yang mau pasang foto dan baliho ucapan terima kasih ke Pak Bupati. Tapi, sepertinya Pak Bupati sendiri belum memberikan jawaban atau persetujuan terkait hal itu,” pungkas Sekda Gianyar. (Wirnaya/balipost)










