
DENPASAR, BALIPOST.com – Denpasar kembali memasuki musim kemarau. Dengan datangnya musim kemarau, penyusutan air baku pasti terjadi.
Perumda Air Minum Tirta Sewakadharma atau PDAM Kota Denpasar memprediksi penyusutan bisa mencapai 35 persen saat kemarau panjang.
Direktur Utama Perumda Tirta Sewakadarma Kota Denpasar, I Putu Yasa, Sabtu (11/4) mengungkapkan, pihaknya akan mengoptimalkan instalasi yang dimilikinya, baik di IPA Waribang maupun yang ada di IPA Blusung. “Salah satunya di Waribang kami keruk long storage-nya. Juga minta bantuan ke BWS pinjam alatnya, untuk pengerukannya. Nanti tenaganya dari kita,” ungkapnya.
Namun untuk di IPA Belusung, kata Putu Yasa, alat berat sedikit susah masuk ke badan sungai, sehingga pihaknya akan melakukan pengerukan secara manual. Meski demikian pihaknya mengaku akan tetap mengoptimalkan saluran intake-nya dengan rutin melaksanakan pengurasan-pengurasan.
Selain itu, untuk antisipasi musim kemarau, pihaknya juga bekerja sama dengan penjaga-penjaga bendung, mulai Bendungan Mambal, hingga Kedewatan. Hal ini untuk memastikan pengaturan aliran air yang ke subak agar tak mengganggu petani dan juga tak mengganggu kebutuhan Perumda.
Terkait penyusutan air di puncak musim kemarau, jika dilihat dari siklus mulai tahun 2017 biasanya sampai 35 persen. “Makanya kami lakukan koordinasi kepada semua pihak. Seandainya parah sekali ya kita akan melakukan pengaturan-pengaturan pengaliran. Sehingga nanti masyarakatnya tetap mendapatkan air walaupun dengan tekanan yang pasti berkurang karena produksi kita menurun. Tapi kami berharap tak sampai terjadi,” jelasnya.
Di samping itu, PDAM juga menyiapkan 5 mobil tangki untuk antisipasi terutama pada wilayah-wilayah yang rawan gangguan penyaluran air. Wilayah tersebut merupakan wilayah yang lebih tinggi seperti Padangsambian Kaja yang paling utara, Denpasar Barat seperti Jalan Gunung Soputan dan sekitarnya. Pada kawasan tersebut jumlah pelanggan mencapai 95 ribu sambungan baik rumah tangga hingga usaha.
Masing-masing mobil tangki yang disiapkan tersebut memiliki kapasitas 5.000 liter. Meski sudah mulai memasuki musim kemarau, Putu Yasa menyebut saat ini pengaliran air masih normal. (Widiastuti/balipost)










