Awan tebal disertai hujan melanda kawasan Bali Selatan, Selasa (21/4). Foto dijepret dari kawasan Lapangan Renon. (BP/win)

DENPASAR, BALIPOST.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali mengeluarkan peringatan dini cuaca dan iklim untuk dasarian III April 2026. Kalaksa BPBD Bali, I Gede Teja, mengingatkan masyarakat agar tetap waspada meski sebagian wilayah Bali mulai memasuki awal musim kemarau.

Ia menjelaskan, wilayah Bali bagian timur dan selatan secara umum sudah menunjukkan tanda-tanda peralihan musim. Namun demikian, potensi hujan masih cukup tinggi dan bisa terjadi di sejumlah daerah.

“Walaupun mulai masuk kemarau, hujan masih berpotensi turun dengan intensitas ringan hingga lebat di beberapa wilayah,” ujarnya, Selasa (21/4).

Baca juga:  Pura dan Rumah di Klungkung Rusak Akibat Hujan Lebat, Kerugian Ratusan Juta Rupiah

Dalam prakiraan 10 harian, pada periode 21–23 April 2026 hampir seluruh kabupaten/kota di Bali berpotensi mengalami hujan ringan hingga lebat. Selanjutnya pada 24–26 April dan 27–30 April 2026, hujan diperkirakan masih terjadi dengan intensitas ringan hingga sedang di wilayah Badung, Denpasar, Gianyar, Klungkung, Tabanan, Buleleng, Jembrana, Bangli, hingga Karangasem.

BPBD juga mengeluarkan peringatan dini curah hujan tinggi dengan status waspada di sejumlah kecamatan. Di antaranya, Baturiti, Penebel, Pupuan, Banjar, Sukasada, dan Petang. Sementara itu, potensi kekeringan meteorologis pada periode ini dinyatakan nihil.

Baca juga:  Bali Usulkan Moratorium Vila di Wilayah Sarbagita

Dari sisi iklim global, kondisi El Niño–Southern Oscillation (ENSO) saat ini berada pada fase netral dengan indeks -0,01. Kondisi ini diperkirakan bertahan hingga pertengahan 2026 sebelum berpotensi bertransisi menjadi El Nino lemah pada semester II.

Seiring kondisi cuaca yang masih dinamis, BPBD Bali mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti angin kencang, pohon tumbang, banjir, tanah longsor, hingga gelombang tinggi.

Baca juga:  Isi Jabatan Lowong, Pemprov Bali Siapkan 'SIMATA' Tanpa Lelang

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk lebih bijak dalam penggunaan air serta menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran, terutama di tengah mulai mengeringnya kondisi lingkungan.

“Pastikan selalu memantau informasi resmi dari instansi berwenang dan mengambil langkah antisipatif, termasuk mencabut colokan listrik serta memastikan dupa dalam kondisi aman saat meninggalkan rumah,” tegasnya. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN