
DENPASAR, BALIPOST.com – Bali telah memasuki musim kemarau. Namun kondisi cuaca di sejumlah wilayah masih belum stabil dengan hujan sedang hingga lebat yang memicu terjadinya bencana hidrometeorologi, mulai dari pohon tumbang hingga tanah longsor.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali, I Gede Teja mengatakan, kondisi tersebut masih tergolong normal karena Bali saat ini berada pada masa peralihan musim atau pancaroba.
“Musim kemarau di Bali bukan berarti hujan langsung berhenti total. Saat ini masih masa peralihan atau pancaroba, sehingga cuaca belum stabil. Ditambah pengaruh kelembapan laut dan dinamika atmosfer, hujan masih bisa terjadi, terutama sore atau malam hari. Jadi kondisi hujan beberapa hari terakhir masih tergolong wajar meskipun Bali mulai memasuki musim kemarau,” ujarnya, Sabtu (16/5).
Ia mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap berbagai potensi bencana yang dapat terjadi baik saat musim hujan maupun kemarau. “Musim hujan atau pun kemarau tetap harus waspada karena ancamannya banyak jenis,” pesannya.
Berdasarkan laporan situasi kebencanaan BPBD Bali per 14 Mei 2026 pukul 18.00 WITA, cuaca di sejumlah wilayah terpantau bervariasi. Mulai dari cerah di Klungkung dan Tabanan, cerah berawan di Karangasem, Bangli, Jembrana, Gianyar, Denpasar, dan Badung, hingga berawan di Buleleng.
Pada hari yang sama tercatat dua bencana hidrometeorologi melanda. Yakni Kabupaten Bangli terjadi pohon tumbang di Desa Yangapi, Kecamatan Tembuku tanpa korban jiwa.
Sementara di Kabupaten Badung terjadi kebakaran gedung dan permukiman di Jalan Kediri, Banjar Pesalakan, Kelurahan Tuban, Kecamatan Kuta, yang juga dilaporkan nihil korban.
BMKG saat itu mengeluarkan peringatan dini hujan untuk wilayah Badung, Bangli, Buleleng, Gianyar, Jembrana, Karangasem, Klungkung, dan Tabanan. Sedangkan potensi angin kencang diperkirakan terjadi di Denpasar, Badung, Klungkung, dan Buleleng.
Kemudian pada laporan 15 Mei 2026 pukul 06.00 WITA, hujan masih terjadi di Gianyar dan Bangli. BPBD Bali mencatat dua kejadian kebakaran. Masing-masing di Banjar Menak, Desa Tulikup, Kecamatan Gianyar serta di Banjar Mekarsari, Desa Carangsari, Kecamatan Petang, Badung. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Sementara pada laporan terbaru 15 Mei 2026 pukul 18.00 WITA, sebagian besar wilayah Bali mulai cerah hingga cerah berawan. Meski demikian, satu kejadian tanah longsor terjadi di Banjar Cebok, Desa Kedisan, Kecamatan Tegallalang, Gianyar. Peristiwa itu dilaporkan tidak menimbulkan korban jiwa.
Menurut I Gede Teja, kondisi cuaca yang masih memungkinkan hujan menyebabkan ancaman longsor dan banjir lokal tetap perlu diwaspadai, terutama di kawasan perbukitan dan daerah rawan.
Di sisi lain, memasuki musim kemarau ancaman kebakaran mulai meningkat. Karena itu masyarakat diminta lebih memperhatikan kondisi instalasi listrik di rumah maupun tempat usaha. “Instalasi listrik agar diperhatikan. Kalau sudah umur sebaiknya diganti,” tegasnya.
Pihaknya juga mengingatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di kawasan tempat pembuangan akhir (TPA), lereng-lereng bukit, serta lahan kering yang mudah terbakar saat cuaca panas.
Selain itu, para pendaki gunung diminta mematuhi aturan dan memastikan telah mengantongi izin pendakian sebelum melakukan aktivitas di kawasan pegunungan.
Tak hanya itu, desa-desa yang masih mengalami keterbatasan infrastruktur air bersih juga diminta mulai melakukan langkah antisipasi sejak dini menghadapi puncak musim kemarau.
“Desa-desa yang masih kurang infrastruktur air bersih bisa segera antisipasi. Masih ada waktu untuk bersiap menghadapi musim kemarau,” pungkasnya. (Ketut Winata/balipost)










