Banjir merendam salah satu jalan di Karangasem pada Kamis (11/12). (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Hujan lebat pada Kamis (11/12) mengakibatkan bencana hidrometeorologi di Karangasem.

Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali, ada 2 desa yang terdampak banjir. Yaitu, Desa Antiga berupa tembok penyengker SMP 3 Manggis roboh dan air masuk halaman sampai teras di rumah 17 KK; dan Desa Antiga Kelod berupa 2 mobil terendam dan 18 KK, air masuk kamar tapi tidak menyentuh kasur.

Baca juga:  LPG 3 Kg Masih Langka, Sejumlah Desa di Denpasar Gelar Operasi Pasar

“Jalan nasional yang melintasi Desa Antiga Kelod sempat tergenang, namun saat ini air sudah surut, dan nihil korban jiwa,” ungkap Kalaksa BPBD Provinsi Bali, I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya, Jumat (12/12).

Selain banjir, hujan dengan intensitas tinggi juga menyebabkan terjadi tanah longsor di 2 desa. Yaitu, Desa Ulakan berupa 1 rumah terdampak longsor, penghuni diungsikan dirumah kerabat (3 orang); dan Desa Gegelang berupa 1 rumah terdampak longsor, penghuni tidak mengungsi.

Baca juga:  Akan Dikunjungi Delegasi GPDRR, Kepala BNPB Tinjau Kertha Gosa

Teja mengungkapkan upaya penanganan yang dilakukan yaitu assassement dampak dan membantu pengungsian. “Hari ini lanjut pemberian bantuan logistik dan detail assassement,” tandasnya.

Teja menjelaskan hujan yang menimbulkan banjir dan longsor tersebut terkait dengan bibit siklon 93S Selatan NTB yang terbentuk pada Kamis (11/12). Berdasarkan rilis BMKG Wilayah III Denpasar, dikatakan hujan sedang – lebat dan angin kencang perpotensi terjadi di Badung, Denpasar, Tabanan, Jembrana, Bangli, Gianyar, Karangasem, Klungkung, Buleleng pada  11 – 18 Desember 2025.

Baca juga:  Mitigasi Bencana, Latih Diri Hadapi Gempabumi

Atas kondisi tersebut, pihaknya menghimbau masyarakat untuk selalu waspada dan dapat mengambil langkah antisipatif agar aktivitas harian tetap dapat berlangsung aman dan lancar. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN