Petugas melakukan pencarian korban terseret banjir di Banjar, Buleleng pada Jumat malam (6/3). (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Hujan dengan intensitas sangat lebat yang mengguyur Bali pada Jumat (6/3) memicu puluhan kejadian bencana di wilayah Bali Utara. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali mencatat sedikitnya 35 titik kejadian, mayoritas berada di Kabupaten Buleleng.

Kepala Pelaksana BPBD Bali, I Gede Teja, dalam laporan situasi kebencanaan Sabtu (7/3) menyebutkan hujan ekstrem tercatat di beberapa wilayah dengan kategori sangat lebat. Curah hujan tertinggi terjadi di Desa Catur, Kintamani, Bangli mencapai 136 mm per hari, disusul Desa Muuduk, Banjar, Buleleng sebesar 126 mm per hari, serta Desa Wanagiri, Sukasada, Buleleng mencapai 118,3 mm per hari.

Baca juga:  Gubernur Koster Sampaikan Konsep Transformasi Ekonomi Kerthi Bali

“Total kejadian tercatat 34 titik di Kabupaten Buleleng dan 1 titik di Kabupaten Bangli,” ungkapnya, Sabtu (7/3) sore.

Di Buleleng, bencana yang terjadi didominasi banjir, tanah longsor, pohon tumbang, hingga kerusakan infrastruktur seperti jembatan usaha tani yang putus di Desa Bestala, Seririt. Longsor juga sempat menutup sejumlah ruas jalan, termasuk jalur Singaraja–Denpasar di Desa Munduk serta ruas Pupuan–Seririt.

Wilayah yang paling terdampak meliputi Kecamatan Sukasada, Seririt, Busungbiu, Sawan, dan Banjar. Banjir dilaporkan merendam sejumlah permukiman warga, sekolah, serta fasilitas umum.

Baca juga:  Puluhan Diduga Derita MSS, Badung Berstatus "Outbreak"

Bencana juga menimbulkan korban jiwa akibat banjir bandang di wilayah Banjar Dinas Ambengan, Desa Banjar, Kecamatan Banjar. Dari delapan warga yang terseret arus, empat orang berhasil selamat, dua orang meninggal dunia, dan dua lainnya masih dalam pencarian oleh tim gabungan.

Korban meninggal masing-masing Dewa Ketut Adi Suarjaya (55) dari Banjar Santal dan Komang Suci (44) dari Banjar Ambengan. Sementara dua korban yang masih dicari yakni Putu Wini (17) dan Kadek Wahyu (12).

Selain di Buleleng, satu kejadian longsor juga dilaporkan terjadi di ruas Jalan Simpang Lateng–Madenan–Bondalem KM 82+250, Desa Satra, Kintamani, Bangli, namun tidak menimbulkan korban jiwa.

Baca juga:  Pemedek Padati Puncak Karya Eka Dasa Warsa Pengratep di Pura Sakenan

BPBD bersama tim gabungan saat ini masih melakukan operasi pencarian korban hilang, pembersihan lumpur dan material longsor, serta penyaluran logistik kepada warga terdampak. Proses assessment kerusakan juga terus dilakukan.

“Penanganan darurat relatif berjalan lancar dan terkendali, namun banyaknya titik kejadian membutuhkan waktu serta tambahan alat berat dan personel yang akan dioptimalkan kembali besok,” ujar Teja.

Pihaknya mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan lebat yang masih berpeluang terjadi di beberapa wilayah Bali dalam beberapa hari ke depan. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN