Personel Polres Klungkung turun membersihkan sampah yang menyumbat aliran sungai Candigara, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan belum lama ini. (BP/Istimewa)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Memasuki puncak musim hujan Desember 2025, Pemkab Klungkung menerbitkan imbauan resmi kepada seluruh perangkat daerah hingga pemerintah desa/kelurahan untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.

Imbauan tersebut tertuang dalam surat edaran yang ditandatangani Bupati Klungkung I Made Satria, Nomor 300.2.3/2360/BPBD/2025, tertanggal 5 Desember 2025.
Surat edaran itu menekankan pentingnya koordinasi terpadu di bawah komando BPBD Klungkung.

Kepala Pelaksana BPBD Klungkung Putu Widiada ketika dikonfirmasi mengatakan kalau cuaca ekstrem beberapa hari terakhir membuat sejumlah titik di Klungkung berisiko terdampak banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang. Karena itu, seluruh perangkat daerah diminta memperkuat langkah pencegahan.

Baca juga:  Gerakan Gotong Royong Semesta Berencana, Puluhan Jenis Pohon Ditanam di Sungai Ayung Bongkasa Pertiwi

“Drainase, irigasi, aliran sungai, sampai embung harus dipastikan berfungsi optimal. Jangan sampai ada sumbatan saat intensitas hujan meningkat,” ujar Widiada, Jumat (12/12).

Ia menambahkan, tata kelola sampah juga menjadi perhatian serius. Edukasi kepada masyarakat tentang larangan membuang sampah ke saluran air harus digencarkan, sekaligus dibarengi pembersihan rutin.

“Monitoring titik rawan dilakukan terus-menerus. Begitu ada tanda bahaya, respon cepat diperlukan agar warga tetap aman,” tegasnya.

Selain itu, perangkat desa dan kelurahan diminta melakukan pemangkasan pohon-pohon yang rawan tumbang, terutama di jalur padat dan dekat fasilitas umum. Masing-masing wilayah juga diminta menyiapkan relawan serta peralatan pendukung penanggulangan bencana.

Baca juga:  Sekaa Gong Bangsing Bunut, Representasikan Kondisi Alam dan Kreativitas Pemuda Nusa Penida

BPBD Klungkung sendiri telah menyiapkan skenario kedaruratan, termasuk rencana kontinjensi dan perencanaan pembiayaan jika penanganan darurat diperlukan. Koordinasi lintas instansi hingga tingkat provinsi diperkuat untuk memastikan penanganan bencana berjalan terpadu.

Widiada juga mengajak masyarakat berperan aktif. Jika menemukan tanda-tanda potensi bencana, warga dapat menghubungi layanan Hallo BPBD di nomor (0366) 23000.

“Tetap waspada, namun tidak perlu panik. Kesiapsiagaan bersama adalah kunci mengurangi risiko,” ujarnya.

Sementara itu, terkait kondisi Sungai Candigara di Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, yang kerap meluap hingga menyebabkan banjir, Bupati, Klungkung, I Made Satria memastikan normalisasi akan segera dilakukan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali–Penida.

Baca juga:  Klungkung Gelar Lomba Melukis dan Mewarnai Wayang Kamasan

Bupati, Satria belum lama ini mengaku sudah meminta BWS Bali–Penida untuk segera menurunkan alat berat melakukan pengerukan. Namun, alat berat tersebut masih dipakai menyelesaikan normalisasi sungai di Kota Denpasar atas permintaan Wali Kota Denpasar.

“Setelah pekerjaan di Denpasar selesai, alat berat langsung dibawa ke Sungai Candigara. Kami mohon warga Kusamba bersabar, pengerukan pasti segera dilakukan,” ujar Bupati Satria. (Sri Wiadnyana/denpost)

BAGIKAN