
NEGARA, BALIPOST.com – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Jembrana, Minggu (5/4), memicu sejumlah bencana alam mulai dari banjir, tanah longsor hingga pohon tumbang di beberapa titik. Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Arthana Putra, Senin (6/4), mengatakan, pihaknya telah melakukan pendataan sekaligus penanganan awal di lokasi terdampak.
Menurutnya, pohon tumbang terjadi di Desa Delod Berawah, Kecamatan Mendoyo, dan telah berhasil ditangani petugas. Sementara itu, tanah longsor dilaporkan terjadi di Banjar Dangin Pangkung Jangu, Desa Pohsanten. Material longsor sempat menutup akses jalan desa, namun telah ditangani secara gotong royong oleh warga bersama petugas terkait. Selain itu, longsor juga menyebabkan kerusakan pada rumah warga, termasuk menimpa dapur milik salah satu warga serta kendaraan bermotor.
Bencana banjir melanda sejumlah wilayah. Dampak terparah terjadi di Banjar Tengah, Desa Mendoyo Dauh Tukad, dengan sekitar 300 kepala keluarga (KK) terdampak. Banjir juga terjadi di Desa Mendoyo Dangin Tukad serta Kelurahan Tegal Cangkring yang mengakibatkan lima KK terdampak.
Di Desa Yehembang, banjir melanda dua lokasi berbeda, yakni Banjar Baler Bale Agung dengan enam KK terdampak serta Banjar Pasar yang mengenai satu KK. Sementara di Desa Air Kuning, Kecamatan Jembrana, banjir juga dilaporkan berdampak pada lima KK di wilayah utara SMP Negeri 5 Negara.
Meski air telah surut pada Minggu malam, warga masih berjibaku membersihkan sisa lumpur yang terbawa banjir ke dalam rumah dan lingkungan sekitar. “Airnya memang cepat surut, tetapi lumpurnya cukup tebal sehingga harus dibersihkan,” ujar salah seorang warga terdampak.
BPBD Jembrana melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) melaporkan, penanganan pasca bencana dilakukan pada hari ini. Tim gabungan melakukan gotong royong difokuskan di Lingkungan Baler Bale Agung, Kelurahan Tegal Cangkring.
Penanganan meliputi pembersihan sisa lumpur yang menutup akses jalan menuju pemukiman warga. Penanganan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai unsur, diantaranya BPBD Jembrana, tim reaksi cepat (TRC), Pusdalops, Polsek Mendoyo, Bhabinkamtibmas, aparat kelurahan, kepala lingkungan, serta masyarakat terdampak.
Sinergi lintas instansi dan partisipasi warga dinilai menjadi kunci percepatan pemulihan pasca bencana, terutama dalam membersihkan lingkungan dan memulihkan akses aktivitas masyarakat. BPBD Jembrana juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi, serta segera melaporkan apabila terjadi bencana melalui layanan darurat yang tersedia. (Surya Dharma/balipost)










