Angkutan trans siswa di salah satu sekolah di wilayah Kabupaten Tabanan.(BP/istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com – Program angkutan siswa gratis di Kabupaten Tabanan dipastikan masih berlanjut tahun 2026. Namun hingga awal Februari ini, layanan tersebut belum beroperasi penuh karena masih menunggu rampungnya survei trayek serta proses realisasi anggaran oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Tabanan.

Kepala Dinas Perhubungan Tabanan I Made Murdika, Kamis (5/2) mengatakan, dari sisi anggaran, Pemkab Tabanan telah menyiapkan pendanaan untuk mendukung kelanjutan program tersebut. Namun, pelaksanaannya tetap harus melalui tahapan pengadaan dan tender sesuai ketentuan.

Baca juga:  Bangli Digelontor 5 Angkutan Perintis, Diprioritaskan untuk Siswa Sekolah

Selama tahapan teknis belum tuntas, angkutan siswa yang semestinya gratis untuk sementara masih beroperasi dengan skema berbayar berdasarkan kesepakatan antara siswa dan pengemudi di lapangan. Kondisi ini bersifat sementara hingga seluruh proses administrasi dan teknis selesai.

“Anggarannya sudah disiapkan, tapi masih proses, yang pasti trans siswa masih berlanjut tahun ini,” ujarnya, Kamis (5/1).

Murdika mengungkapkan, pada tahun 2026 akan dilakukan penyesuaian sekaligus penambahan trayek. Penambahan tersebut didorong oleh adanya pengajuan layanan dari tiga sekolah, yakni SMPN 2 Selemadeg, SMPN 3 Selemadeg Timur, dan SMPN 3 Marga. “Masih kami sesuaikan dengan kebutuhan di lapangan,” katanya.

Baca juga:  Astra Motor Bali Edukasi Safety Riding, Penting #Cari_Aman Untuk Satpol PP

Sebagai perbandingan, pada tahun 2025 Dishub Tabanan memplot sebanyak 98 trayek angkutan siswa gratis yang melayani 5.126 siswa dari 22 SMP. Program tersebut ditopang anggaran sebesar Rp 9.522.638.400.

Selain persoalan anggaran, Dishub Tabanan juga tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap trayek angkutan siswa. Evaluasi ini dilakukan menyusul adanya ketimpangan jumlah penumpang, di mana sejumlah trayek tercatat minim peminat, sementara trayek lain justru kelebihan penumpang, terutama pada jam pulang sekolah.

Baca juga:  Kodam akan Gelar Bike For Bali 72,7 Km

Terkait trayek yang sepi peminat, Dishub Tabanan telah berkoordinasi dengan pihak sekolah. Sekolah diminta lebih tegas menerapkan larangan membawa sepeda motor bagi siswa, agar pemanfaatan angkutan siswa gratis bisa lebih optimal.(Puspawati/balipost)

 

BAGIKAN