
TABANAN, BALIPOST.com – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang tengah digencarkan Kabupaten Tabanan sudah memasuki evaluasi akhir tahun. Hasilnya, masih diperlukan peningkatan dan pembenahan. Pasalnya, sampai dengan 5 Desember 2025, total pelayanan kumulatif baru mencapai 84.363 jiwa atau 17,98 persen dari target layanan tahun 2025 yang ditetapkan sebesar 30 persen penduduk sasaran.
Sekretaris Dinas Kesehatan Tabanan, dr. Wayan Arya Putra Manuaba seizin Kepala Dinas Kesehatan, memaparkan, dari target tahunan 140.739 layanan, masih tersisa 56.376 layanan lagi yang harus dikejar dalam sisa waktu pelaksanaan program. Ia menyebut, capaian sementara memang menunjukkan progres, namun percepatan tetap diperlukan terutama pada sektor anak sekolah.
Tak hanya itu, data total pelayanan yang telah masuk ke aplikasi Satu Sehat Indonesiaku (SSI) meliputi pemeriksaan pada berbagai kelompok usia. Seperti pemeriksaan terhadap bayi baru lahir (BBL) telah mencapai 1.317 layanan. Pada kelompok anak usia 1–6 tahun, jumlah pelayanannya sebanyak 10.202 layanan.
Di tingkat anak sekolah, sebanyak 38.617 layanan sudah tercatat dalam aplikasi. Sementara itu, kelompok dewasa mendapatkan 22.893 layanan dan lansia memperoleh 11.434 layanan.
Sedangkan jumlah anak sekolah yang sudah menjalani skrining sebenarnya mencapai 53.086 siswa. Dari jumlah itu, 14.469 layanan belum tercatat dalam aplikasi karena masih dalam proses penginputan. Menurut dr. Arya Manuaba, proses ini sedang dikebut agar angka real seluruh pelayanan dapat terbaca secara penuh dalam sistem.
Hasil CKG juga mengungkap sejumlah temuan kesehatan yang cukup mengkhawatirkan. Mayoritas peserta pemeriksaan tercatat memiliki aktivitas fisik kurang, dengan persentase mencapai 72,55 persen. Selain itu, risiko stroke atau dislipidemia ditemukan pada 51,60 persen peserta. Masalah karies gigi juga cukup dominan, ditemukan pada 38,11 persen peserta.
Temuan ini, menurut dr. Arya, menjadi dasar bagi Dinas Kesehatan Tabanan untuk memperkuat intervensi kesehatan promotif dan preventif di tingkat masyarakat, sekolah, hingga layanan dasar puskesmas. “Selain mengejar target, kami juga fokus pada tindak lanjut temuan. Ini penting untuk menekan risiko penyakit tidak menular dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Tabanan,” tegasnya. (Puspawati/balipost)










