
BANGLI, BALIPOST.com – Capaian retribusi pariwisata Kabupaten Bangli hingga Maret 2026 tercatat sebesar Rp2,9 miliar. Angka tersebut masih di bawah target triwulan pertama yang dipatok sebesar Rp8,8 miliar atau 15 persen dari total target tahunan.
Berdasarkan data Disparbud Bangli, retribusi tersebut bersumber dari empat daya tarik wisata (DTW) yakni DTW Batur Rp 2,7 miliar, DTW Kehen Rp 93 juta, DTW Penulisan Rp 3,2 juta, dan DTW Terunyan 20,5 juta.
Kabid Destinasi Pariwisata Disparbud Bangli, I Gede Putu Budiastawa menjelaskan bahwa angka Rp2,9 miliar tersebut belum mencakup setoran dari DTW Penglipuran. Proses penyetoran dari Penglipuran sempat terkendala administrasi Perjanjian Kerja Sama (PKS). “Sekarang sudah Klir. Tinggal nunggu SK bupati untuk rekening bendahara penerima,” jelasnya, Senin (20/4).
Menurutnya jika ditambah setoran dari Penglipuran, total capaian retribusi diprediksi menyentuh angka Rp8 miliar. Angka tersebut diakui masih belum memenuhi target triwulan pertama.
Budiastawa mengungkapkan dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, capaian tahun ini mengalami sedikit penurunan. Menurutnya kondisi ini dipicu oleh faktor eksternal global.
“Biaya penerbangan sedang mahal akibat dampak perang yang membuat harga avtur meningkat tajam. Selain itu, banyak wisatawan Eropa yang membatalkan kunjungan karena kendala transit di Dubai dan pembatalan sejumlah jadwal penerbangan,” imbuhnya.
Meski target awal triwulan I belum terpenuhi sepenuhnya, Disparbud Bangli optimis kunjungan akan melonjak signifikan pada pertengahan tahun. Berdasarkan tren tahunan, puncak kunjungan wisatawan ke Bangli diprediksi terjadi pada musim liburan bulan Juni, Juli, dan Agustus.
“Seperti tahun-tahun sebelumnya bulan itu kunjungan meningkat. Kami berharap situasi global, baik dari sisi ekonomi maupun stabilitas keamanan, sudah kembali stabil saat itu,” pungkasnya. (Dayu Swasrina/balipost)










