
BANGLI, BALIPOST.com – Realisasi pendapatan retribusi tempat pariwisata di Bangli masih jauh dari target. Per 1 Mei 2026, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Bangli baru mengumpulkan Rp12,11 miliar dari target tahunan sebesar Rp58,8 miliar.
Kepala Disparbud Bangli, I Wayan Dirga Yusa Rabu (20/5), mengakui, capaian ini masih rendah. Menurutnya faktor utama masih seretnya pendapatan ini adalah rendahnya angka kunjungan. Hingga 19 Mei 2026, jumlah wisatawan ke Bangli baru tercatat 402.678 orang, jauh dari target tahunan yang dipatok satu juta kunjungan.
Dirga Yusa mengatakan ketegangan geopolitik global akibat konflik Iran dengan Israel dan AS memengaruhi menurunnya minat liburan wisatawan asing.
Menjelang akhir triwulan kedua pada Juni mendatang, pendapatan retribusi wisata harusnya menyentuh angka 40 persen. “Pendapatan sekarang baru 20 persen. Masih kecil,” ujarnya.
Sementara itu untuk mengejar ketertinggalan, Disparbud Bangli akan fokus mengoptimalkan pemungutan di kawasan Kintamani dengan beberapa langkah. Salah satunya menerapkan sistem pembayaran online melalui portal pemerintah, tanpa menghapus opsi pembayaran tunai di lokasi.
Selain itu membuka pos pungut baru di jalur masuk wisatawan, khususnya dari arah Singaraja. Pihaknya juga berencana mengganti sistem gaji flat petugas pungut menjadi berbasis kinerja untuk meningkatkan motivasi dan menekan kebocoran di lapangan.
Berdasarkan data Disparbud Bangli, retribusi dari DTW Penglipuran per Mei tercatat Rp 7,34 miliar, sementara DTW kintamani Rp4,58 miliar. DTW Kehen Rp140 juta, Terunyan Rp38 juta, dan Penulisan Rp5 juta. (Dayu Swasrina/balipost)










