Wisatawan menikmati pemandangan alam di Penelokan, Kintamani. (BP/dok)

BANGLI, BALIPOST.com – Anggota DPRD Bangli I Made Sudiasa mengkritik kinerja Pemkab Bangli dalam mempromosikan objek wisata. Ia menilai upaya promosi saat ini masih sangat kecil dan jauh dari kata masif.

Menurut Sudiasa ada indikasi kualitas SDM di dinas terkait masih lemah dalam memahami strategi promosi modern. Di era digital, seharusnya promosi dilakukan secara masih dengan memanfaatkan media sosial secara kreatif. Hal ini belum digarap maksimal oleh dinas terkait.

Baca juga:  Jero Tangkid Suarshana Dikenal "Concern" Jaga Keberlanjutan Pariwisata Bali

Sudiasa menyarankan, Disparbud Bangli menggandeng konten kreator lokal Bali untuk mempromosikan objek wisata. Kerja sama ini dinilai tidak memerlukan anggaran besar, melainkan pendekatan komunikasi yang baik.

Sudiasa meyakini banyak konten kreator yang akan merasa terhormat dan bangga bisa berkontribusi bagi kemajuan daerahnya.

“Mereka pasti bangga diajak berkontribusi untuk daerah. Sekarang tinggal bagaimana dinas mau berinovasi dan meluangkan waktu untuk berkomunikasi dengan mereka,” tegas Sudiasa.

Baca juga:  Soal Keluhan Nelayan, Dewan Akan Pertanyakan ke KKP

Sebagaimana yang diketahui, terdapat lima DTW yang dikelola Pemkab Bangli maupun kerjasama dengan desa adat yaitu DTW Penglipuran, DTW Kehen, DTW penulisan, DTW Terunyan dan DTW Batur.

Selain lima DTW tersebut, di Bangli juga terdapat sejumlah destinasi wisata lainnya yang juga bermunculan, berkembang dan menarik untuk dikunjungi. (Dayu Swasrina/balipost)

BAGIKAN