
AMLAPURA, BALIPOST.com – Tidak bisa dipungkiri hingga saat ini, memang masih cukup banyak ruang belajar yang ada di SD maupun SMP di Kabupaten Karangasem mengalami kerusakan. Atas kondisi itu, Dewan Karangasem mendorong pemerintah Karangasem melalui Disdikpora supaya melakukan perbaikan terhadap sarana yang rusak tersebut demi kelancaran proses belajar mengajar.
Anggota Dewan, I Nengah Sulandra mengungkapkan, di sektor pendidikan masih banyak yang masih perlu dilakukan pembenahan, terutama tersedianya SDM pendidik. Di mana seperti yang ketahui bersama, tiap tahunnya tenaga pendidik terus mengalami pengurangan dikarenakan banyaknya tenaga pendidik yang memasuki masa pensiun. “Dengan kondisi ini, kami memandang, di tengah kekurangan tenaga pendidik, pemerintah harus secepatnya mencarikan jalan keluar dan solusi untuk mengatasi persoalan tersebut,” ujarnya saat rapat paripurna dengan eksekutif tentang Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kabupaten Karangasem Tahun 2025 belum lama ini.
Sulandra menjelaskan, selian itu juga pemerintah Karangasem melakukan peningkatan sarana dan prasarana sekolah yang masih kurang, seperti berbagai ruang kelas yang memadai. Sebab sekarang ini banyakruang kelas yang mengalami kerusakan. “Supaya segera mengisi kekurangan formasi tenaga guru terutama di sekolah-sekolah terpencil,” katanya.
Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan serta menjamin pemerataan layanan pendidikan yang berkeadilan di seluruh wilayah Kabupaten Karangasem, pohaknya memandang bahwa distribusi tenaga pendidik saat ini masih belum merata. “Masih terdapat kesenjangan antara wilayah perkotaan dan daerah terpencil, khususnya di wilayah pegunungan dan desa-desa yang sulit dijangkau,” imbuhnya.
Sebelumnya, Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata atau Gus Par mengungkapkan, di Kabupaten Karangasem masih cukup banyak sekolah yang mengalami rusak berat. Kondisi itu membuat proses belajar mengajar menjadi terganggu. “Karena kerusakan ruang itu, membuat anak-anak harus dipindah belajarnya karena kelas tidak bisa dipakai. Dan ada juga atapnya bocor, sehingga tidak berani diam di kelas karena takut gentengnya jatuh. Termasuk struktur besinya juga sudah kelihatan. Kondisi tersebut mengancam keselamatan anak-anak, ” ucapnya.
Gus Par menambahkan, atas situasi tersebut pihaknya berharap dengan kehadiran Wamendikdasmen ini, nantinya sekolah-sekolah rusak yang ada di Karangasem bisa dibantu proses perbaikannya atau direvitalisasi. Kata dia, tahun ini Disdikpora Karangasem mengajukan sebanyak 86 unit sekolah rusak untuk mendapatkan perbaikan dari pusat. (Eka Prananda/balipost)










