Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa ketika melakukan validasi kemiskinan ekstrem di Selat, Senin (30/10/2023). (BP/Dokumen)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Pemerintah Daerah (Pemda) Karangasem terus melakukan verifikasi dan validasi guna memastikan warga yang masuk sebagai kategori kemiskinan ekstrem. Dari hasil verifikasi yang telah dilakukan selama ini, ribuan warga yang sebelumnya tercatat masuk kategori kemiskinan ekstrem, hanya tinggal puluhan KK.

Wakil Bupati Karangasem, I Wayan Artha Dipa, mengungkapkan, pihaknya terus turun ke lapangan secara langsung untuk melakukan proses validasi terkait kemiskinan ekstrem tersebut.

Pihaknya menargetkan pada triwulan pertama 2024, susah tidak ada lagi warga yang masuk sebagai kategori kemiskinan ekstrem ini. Pasalnya, di Januari sejumlah program untuk pengentasan kemiskinan sudah berjalan. “Kita target 2024 kemiskinan ekstrem sudah zero di Karangasem,” tegas Artha Dipa

Baca juga:  Bupati Gede Dana Buka Kejuaraan Bupati Karangasem Cup II

Kata dia, dari data warga yang tercatat masuk kemiskinan ektrem, ternyata setalah dilakukan verifikasi banyak yang tidak masuk kategori tersebut.

“Dari jumlah kurang lebih sekitar 6.339 KK yang sebelumnya masuk kategori kemiskinan ekstrem, setelah dilakukan verifikasi yang memang memenuhi syarat sebagai ketegori kemiskinan ekstrem sekitar 48 KK saja. Sebab, salah satu indikatornya kemiskinan itu, yakni dilihat dari pendapatan, keadaan rumah, dan yang lainnya memang tidak masuk kategori itu,” ucapnya belum lama ini.

Baca juga:  Dr Aqua Dwipayana Ingatkan Mahasiswa untuk Selalu Bersyukur

Artha Dipa mengatakan dari jumlah 48 KK ini, ada lansia yang telantar, tapi ada juga yang masih memiliki keluarga namun ditinggal bekerja ke luar Karangasem. Dan lansia ini ada yang memang masuk kategori kemiskinan ekstrem, ada juga yang tidak.

Kendati demikian, pihaknya dari pemerintah telah merancang pola untuk mengurus para lansia ini, seperti yayasan. Nantinya, para lansia yang kurang terurus oleh keluarganya, dijadikan satu pelayanan di yayasan tersebut. “Nanti dalam yayasan ini ada petugas yang menjaga, merawat, serta memasakkan untuk mereka. Dan Pak Bupati (Gede Dana, red) juga sudah sepakat dengan rencana itu. Tinggal ditindaklanjuti saja nantinya seperti apa konsepnya,” katanya.

Baca juga:  PNS Mengeluh, Tambahan Penghasilan Belum Dibayarkan

Menurut Artha Dipa, nantinya data 48 KK warga yang masuk sebagai kategori kemiskinan ekstrem ini, akan dibuatkan SK oleh Bupati. “Kalau itu tidak di-SK-kan, maka 2024 muncul lagi data yang lama. Jadi, semoga dengan SK itu, Karangasem menjadi daerah terendah warganya yang masuk kategori kemiskinan ekstrem,” tandasnya. (Eka Parananda/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *