Presiden Prabowo Subianto berpidato saat peresmian 166 Sekolah Rakyat Terpadu yang tersebar di 34 provinsi, yang dipusatkan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1). (BP/BPMI Setpres)

BANJARBARU, BALIPOST.com – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk menghapus kemiskinan ekstrem di Indonesia paling lambat pada 2029.

Prabowo menekankan, salah satu kunci utama untuk mencapai target tersebut adalah melalui pendidikan yang merata dan berkualitas.

Tekad tersebut disampaikan Prabowo dalam pidato peresmian 166 Sekolah Rakyat Terpadu yang tersebar di 34 provinsi, yang dipusatkan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1).

“Cita-cita saya di akhir masa jabatan, tahun 2029, bahwa mereka yang berada di kemiskinan ekstrem—desil 1 dan 2—bisa kita ubah nasibnya. Kita bisa hilangkan kemiskinan ekstrem di Indonesia,” kata Prabowo dikutip dari keterangan tertulisnya.

Baca juga:  Ajudan Ketua KPK Tak Hadiri Panggilan Polda Metro Jaya

Prabowo menyatakan keyakinannya bahwa target tersebut bukan sekadar ambisi, melainkan tujuan yang realistis apabila didukung kerja keras dan keberanian mengambil langkah-langkah terobosan.

“Saya percaya itu bisa terjadi. Keberhasilan-keberhasilan kita sangat banyak, tapi kalau saya rinci di sini panjang sekali. Bukan kita sombong, bukan kita membanggakan-banggakan, tapi kita harus bangga dengan prestasi. Kita harus bangga dengan bukti,” ujarnya.

Prabowo pun mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersatu dan bergotong royong dalam menghadapi persoalan kemiskinan dan kelaparan.

Baca juga:  Berkat Program BRIncubator, ‘Maira Cookies’ Sukses Jualan Kue Macaron Beromzet Ratusan Juta Rupiah

“Mari kita bersatu. Mari kerja sama untuk menghilangkan kemiskinan dan kelaparan dari Indonesia. Kita bangkitkan semua kehidupan bangsa Indonesia,” bebernya.

Menurut Prabowo, pembangunan nasional tidak boleh hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi semata. Pertumbuhan, kata dia, harus selalu disertai pemerataan agar benar-benar bermakna bagi sebuah bangsa.

Ia kembali mengingatkan tujuan bernegara sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945, yakni melindungi segenap bangsa Indonesia dari ancaman kelaparan, kemiskinan, penderitaan, dan penyakit, sekaligus memajukan kesejahteraan umum.

Salah satu instrumen utama yang ditekankan Prabowo untuk memutus rantai kemiskinan adalah pendidikan. Melalui program Sekolah Rakyat, pemerintah membuka akses pendidikan berkualitas gratis berasrama bagi anak-anak dari keluarga miskin dan tertinggal.

Baca juga:  TKD Turun, Daerah Dituntut Kreatif Gali Sumber Pendapatan Baru

Usai meresmikan 166 Sekolah Rakyat, Presiden menargetkan jumlah sekolah tersebut akan terus ditingkatkan hingga mencapai 500 sekolah pada 2029.

“Pendidikan adalah sarana yang paling benar untuk menghilangkan kemiskinan. Tapi pendidikan butuh uang. Uang kita, kalau dicuri, kalau dikorupsi, kurang untuk membangun semua sekolah dan kampus yang kita ingin bangun,” tegas Prabowo. (kmb/balipost)

BAGIKAN