Ketua DPRD Kabupaten Badung, I Gusti Anom Gumanti (BP/istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Lonjakan kasus kriminalitas di kawasan wisata Badung menjadi perhatian serius. DPRD Badung kini mendorong sistem pengamanan terpadu untuk menjaga citra pariwisata tetap aman dan nyaman.

Ketua DPRD Kabupaten Badung, I Gusti Anom Gumanti, pada Kamis (28/5) menegaskan, dukungannya terhadap penguatan pengamanan terpadu di kawasan pariwisata Badung. Langkah ini dinilai penting menyusul meningkatnya kasus kriminalitas yang sempat meresahkan masyarakat dan wisatawan.

Menurutnya, sektor keamanan merupakan elemen krusial dalam menjaga citra pariwisata Badung sebagai destinasi unggulan. Selain itu, keamanan juga menjadi faktor utama dalam memberikan rasa nyaman bagi wisatawan yang berkunjung.

Baca juga:  467 Ogoh-ogoh Ramaikan Malam Pangerupukan di Bangli

“Ini sangat jelas yang kita butuhkan karena merupakan akses dari pariwisata. Kami berharap ini disambut baik oleh Pak Bupati untuk kemudian dibuatkan formulasinya,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya membangun sistem pengamanan terpadu dengan melibatkan seluruh unsur terkait. Tidak hanya aparat negara, namun juga komponen masyarakat yang memiliki peran strategis dalam menjaga keamanan wilayah.

“Kalau bisa dirajut dalam satu titik yaitu pengamanan terpadu. Jadi ada TNI, Polri, instansi pemerintah dan unsur masyarakat. Jika di lapangan ada kendala, penyelesaiannya dilakukan sesuai sektor dan bidang masing-masing,” katanya.

Baca juga:  Atasi Kemacetan, Polres Gianyar Perkuat Pengamanan Galungan dan Kuningan

Politisi asal Kuta itu juga mendorong agar konsep tersebut diperkuat melalui regulasi yang jelas. Dengan demikian, setiap instansi memiliki pola kerja dan metode yang terukur dalam menjalankan tugas pengamanan. “Saya tentu mendukung. Kalau formulasinya sudah ada, bila perlu dibuatkan semacam regulasi terkait metode dan polanya karena ini melibatkan banyak instansi,” tegasnya.

Terkait kondisi keamanan di kawasan Kuta, ia menilai situasi saat ini relatif lebih stabil dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Kasus kriminal seperti jambret dan copet disebutnya sudah mengalami penurunan signifikan. “Dulu urusan jambret dan copet hampir tiap hari. Sekarang sudah jauh berkurang. Tetapi sekecil apapun gangguan keamanan harus tetap ditanggulangi dengan keterlibatan masyarakat,” ucapnya.

Baca juga:  Dewan Minta Pengawasan Kafe Diperketat

Ia juga optimistis masyarakat akan mendukung langkah pengamanan terpadu tersebut, termasuk jika dilakukan patroli rutin di lingkungan masing-masing. Menurutnya, desa adat di Badung, khususnya di kawasan Kuta, memiliki potensi besar dalam mendukung sistem keamanan melalui keberadaan pecalang dan jagabaya.

“Kalau masalah kekurangan personel, saya kira tinggal diformulasikan saja. Desa adat sangat siap karena memiliki komponen keamanan yang cukup banyak seperti jagabaya dan pecalang,” pungkasnya. (Parwata/balipost)

BAGIKAN