
BANGLI, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Bangli akan memperluas cakupan pengelolaan destinasi wisata dengan menggandeng lima pengelola Daya Tarik Wisata (DTW) pada tahun 2026. Langkah ini diproyeksikan mampu menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga Rp10 miliar per tahun.
Kelima DTW yang akan diajak kerja sama tersebut adalah Air Terjun Tibumana, Air Terjun Tukad Cepung, Air Terjun Goa Rajo, Desa Wisata Undisan, dan jalur pendakian Abang Erawang.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangli I Wayan Dirga Yusa, Rabu (6/5), mengatakan, pihaknya telah melakukan komunikasi intensif dengan pihak pengelola dan mendapat respons positif. Ditargetkan kerjasama tersebut final tahun ini.
Dia menjelaskan bahwa pemilihan lima DTW ini didasarkan pada potensi kunjungan dan kemampuan perencanaan pemerintah. Ia tidak menampik banyaknya potensi DTW lain di Bangli, namun kerja sama harus dilakukan secara bertahap. Pihaknya mengaku butuh waktu untuk melakukan pendekatan dengan pengelola DTW. “Sehingga untuk tahun ini kita hanya bisa eksekusi lima itu saja,” ujarnya.
Dalam kerja sama ini, pemerintah daerah akan tetap menerapkan sistem bagi hasil dengan porsi yang lebih besar bagi pihak pengelola. Hal ini dilakukan karena Pemkab menyadari kontribusi infrastruktur dari pemerintah daerah pada tahap awal masih terbatas.
Dengan kerjasama tersebut, diproyekskkan akan ada tambahan retribusi ke PAD sekitar Rp8–10 miliar per tahun. “Di sisi lain kewajiban pemerintah daerah juga semakin bertambah. Kami ada kewajiban meningkatkan amenitas misalnya jalan menuju DTW harus kita sesuaikan agar sesuai standar,” jelasnya.
Sebagaimana yang diketahui, terdapat lima DTW yang dikelola Pemkab Bangli maupun kerjasama dengan desa adat yaitu DTW Penglipuran, DTW Kehen, DTW penulisan, DTW Terunyan dan DTW Batur. Disparbud mencatat realisasi retribusi dari lima DTW itu di tahun 2025 mencapai Rp42 miliar. Angka tersebut jauh dari target yang ditetapkan sebesar Rp58 miliar. (Dayu Swasrina/balipost)










